Skip to main content
x
Bupati Rejang Lebong Sampaikan Belasungkawa atas Musibah Tenggelamnya Kapal Wisata KM Putra 3, 12/05/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Bupati Rejang Lebong Sampaikan Belasungkawa atas Musibah Tenggelamnya Kapal Wisata KM Putra 3

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Bupati Rejang Lebong, HM Fikri Thobari, SE, MAP, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tenggelamnya kapal wisata KM Putra 3 yang membawa rombongan wisatawan ke Pulau Tikus, Bengkulu, pada Minggu, 11 Mei 2025.

Salah satu korban meninggal dunia adalah Nesya Josa Amanda (27), warga Suban Air Panas, Kecamatan Curup Timur, yang merupakan putri dari Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Rejang Lebong, Syapril Johan, SP, MM.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap keluarga diberi ketabahan. Insya Allah, adik kami Nesya husnul khotimah dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” ujar Bupati Fikri dengan nada duka. Ia mengenang Nesya sebagai sosok muda yang baik dan mudah bergaul. “Nesya adalah anak yang baik dan pintar bergaul. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya,” tambahnya.

Tragedi tenggelamnya KM Putra 3 tersebut menewaskan tujuh orang dari total 104 orang di atas kapal, yang terdiri dari 98 penumpang dan enam awak. Sejumlah korban lainnya, termasuk warga Rejang Lebong, saat ini masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Kota Bengkulu.

“Kami turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Bupati Fikri.

Nesya diketahui merupakan anak sulung dari dua bersaudara dan baru saja diterima bekerja di Yamaha Thamrin Brother, Curup. Sebelum kejadian, ia berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk mengikuti reuni bersama teman-teman kuliahnya di Pulau Tikus. Jenazah Nesya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kesambe Baru, Curup Timur, pada Senin, 12 Mei 2025. Prosesi pemakaman dipimpin oleh pamannya, Surya Johan, ST, yang juga anggota DPRD Rejang Lebong, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, kerabat, serta warga Talang Ulu.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, tujuh korban meninggal dunia dalam peristiwa ini adalah:
Di RSUD Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu:
  - Yunita
  - Suantra

Di RS Bhayangkara Bengkulu:
  - Riska Nurjanah (28), warga Lubuk Linggau
  - Ratna Kurniati (28), warga Lingkar Barat, Kota Bengkulu
  - Nesya Josa Amanda (27), warga Rejang Lebong
  - Tesya (20), warga Kepahiang
  - Arva Richi Dekry (29), warga Parak Kopi

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Untuk sementara, seluruh aktivitas wisata ke Pulau Tikus dihentikan.