Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Bengkulu, Puluhan Rumah Warga Rusak
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gempa kuat berkekuatan 6,3 SR melanda provinsi Bengkulu, menyebabkan banyak rumah warga mengalami kerusakan.
Dari pantauan di lapangan, suasana pagi yang awalnya sunyi mendadak berubah menjadi kepanikan. Pada Jumat (23/5) pukul 02.52 WIB, gempa tektonik berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Kota Bengkulu. Guncangan yang kuat bahkan membangunkan warga dari tidur lelap mereka.
Kemarin, berdasarkan data dari BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 47 kilometer arah barat daya Kota Bengkulu, pada kedalaman 84 kilometer. Meskipun tidak berpotensi tsunami, getarannya cukup mengejutkan. “Hampir semua warga terbangun. Getarannya kuat,” ungkap Kristian, Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, pada Jumat pagi.
Laporan sementara mencatat sebanyak 37 rumah mengalami kerusakan, yang semuanya berada di wilayah Kota Bengkulu. Hingga pukul 08.00 WIB, pendataan masih terus dilakukan oleh tim BPBD. “Untuk sementara ada 37 rumah. Namun, kami terus mengumpulkan data di lapangan,” jelas Kristian.
Salah satu rumah yang terdampak berada di Perumahan Anindia Permata. Indah (32), seorang warga, menceritakan detik-detik saat gempa mengguncang rumahnya. Ia dan suami serta anaknya sedang tidur di kamar utama yang terletak di bagian belakang rumah. “Tiba-tiba suami saya membangunkan saya dan memberi tahu bahwa ada gempa. Anak saya langsung digendong keluar karena tidak bangun juga,” tutur Indah.
Bagian plafon dan dinding atas ruang tamu rumahnya roboh. “Getarannya sangat kuat. Saya sampai gemetar,” tambahnya. Di samping rumah Indah, terdapat tiga rumah lain di perumahan yang sama yang juga mengalami kerusakan ringan, mayoritas berupa retakan di dinding dan plafon yang ambrol.
Gempa ini turut dirasakan dengan cukup kuat di beberapa daerah lain seperti Empat Lawang, Kepahiang, Rejang Lebong, Tais, hingga Lubuk Linggau. Menurut BMKG, intensitas guncangan di Bengkulu dan Empat Lawang masuk kategori IV-V MMI—artinya, getaran dirasakan hampir semua orang dan benda ringan pun bergoyang.
Kepala BMKG menjelaskan bahwa gempa kali ini tergolong gempa menengah, disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Analisis menunjukkan mekanisme gempa ini adalah pergerakan naik atau thrust fault.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu hoaks. Warga diingatkan untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta memeriksa kembali kondisi rumah mereka. “Pastikan tidak ada retakan serius yang membahayakan bangunan. Jika ada, segera keluar dan cari tempat yang aman,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Namun, warga diminta untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan.