Skip to main content
x
Mentan Dorong Keseriusan Kepala Daerah dalam Mewujudkan Swasembada Pangan, 18/09/2025 (Dayat/Mediasinardunia.com)

Mentan Dorong Keseriusan Kepala Daerah dalam Mewujudkan Swasembada Pangan

Sumatera Barat, Mediasinardunia.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyindir kepala daerah yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan Pangan se-Sumatera Barat (Sumbar) pada hari ini. Salah satu kepala daerah yang tidak hadir adalah Bupati dan Wakil Bupati Solok (18/9).

Mentan menekankan bahwa Rakor Ketersediaan Pangan se-Sumatera Barat sangat penting, karena program ini menjadi prioritas Presiden Prabowo. "Jangan mimpi akan mengubah daerah. Jangan mimpi mengubah rakyatnya kalau diundang saja tidak datang," ujarnya dengan nada kesal.

Dalam rakor tersebut, Mentan membahas program dan anggaran yang akan dikucurkan untuk daerah, di antaranya pengembangan, peremajaan, dan perluasan lahan kelapa, perkebunan kopi, dan jagung. "Ini adalah rezeki (program dan anggaran) yang diantarkan, tapi tidak datang," tambahnya.

Sebelum membahas program, Mentan sempat mengabsen kepala daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka di antaranya Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Bupati Pasaman Welly Suheri, Bupati Sijunjung Benny Dwipa, Wali Kota Padang Fadly Amran, Bupati 50 Kota Safni, Wakil Bupati Padang Pariaman Mulyadi, Wakil Wali Kota Pariaman Rahmat, Bupati Agam Benni Warlis, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi, dan Bupati Mentawai Rinto Wardana.

Saat mengabsen, tidak ada jawaban dari Bupati Solok, Jon Firman Pandu. "Bupati Solok tidak ada? Siapa yang hadir?" tanyanya. Suasana menjadi hening, karena baik Bupati maupun Wakil Bupati Chandra tidak ada di ruangan tersebut.

Mentan menegaskan bahwa Solok mendapatkan alokasi 2.000 hektare untuk pengembangan kopi. Namun, jika kepala daerah tidak serius dan mangkir dari rapat penting ini, program tersebut bisa dipindahkan ke daerah lain.

Amran menekankan pentingnya keseriusan kepala daerah dalam urusan pangan. Menurutnya, Presiden Prabowo telah memberikan tekanan besar agar Indonesia bisa swasembada dalam satu tahun, bukan empat tahun. Saat ini, stok beras nasional tercatat 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Bulog.

Mentan mendorong Gubernur Sumbar beserta bupati/wali kota untuk memberikan tekanan yang kuat kepada dinas hingga tingkat kecamatan dan desa agar target swasembada dapat tercapai. Dengan demikian, Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.