PPDB Dinilai Berjalan Baik, Legislator Minta Orang Tua Harus Bisa Memaklumi
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Provinsi Bengkulu disebut berjalan dengan baik, dan sesuai aturan yang berlaku.
Hanya saja orang tua peserta didik baru harus bisa memaklumi ketika anaknya tidak bisa masuk di sekolah yang dituju, terutama saat PPDB dengan jalur zonasi berakhir.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi usai hearing dengan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Senin (3/7/2023).
"Dari pantauan kita, proses PPDB khususnya pada jalur afirmasi, prestasi dan pindah orang tua tingkat SMA/SMK berjalan dengan baik dan lancar.Harapan serupa juga pada jalur zonasi yang dijadwalkan berakhir pada hari ini," ungkapnya.

Meskipun demikian berkaitan dengan jalur zonasi ini, dikatakannya, orang tua calon siswa harus bisa memaklumi ketika anaknya tidak masuk di sekolah yang dituju. Karena bagaimanapun juga tetap ada kemungkinan sekolah yang dituju, tidak bisa lagi menampung secara keseluruhan.
Misal pada sekolah yang dituju itu hanya menyediakan 10 Rombongan Belajar (Rombel). Dengan kondisi sedemikian, tidak juga bisa dipaksakan harus menambah jadi 11 Rombel.
"Kondisi itu agar dapat dimaklumi orang tua," kata Edwar yang dalam hearing diikuti Waka Komisi IV, Sefty Yuslinah, S.Sos, MM serta anggota, H. Zainal, S.Sos, M.Si serta Drs. Gunadi Yunir, MM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Saidirman, SE, M.Si menyampaikan, walaupun jalur zonasi berakhir dan masih ada siswa yang tidak dapat masuk ke sekolah yang dituju, tetap dipastikan tidak ada siswa yang tidak dapat sekolah.
"Bagi siswa yang tidak masuk lewat jalur zonasi, nanti kita arahkan masuk ke sekolah yang masih memiliki daya tampung," ujarnya.
Lebih lanjut ditambahkan, bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah hingga jalur zonasi ini, bisa melapor ke Dinas Dikbud ataupun Cabang Dinas (Cabdin) di kabupaten/kota.
"Nanti kita informasikan sekolah yang kurang murid. Seiring dengan itu, kita juga minta SMA/SMK swasta dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya," demikian Saidirman.