Sekda Kepahiang Ajak Masyarakat Dukung Pembebasan Lahan Proyek Geotermal
Kepahiang, Mediasinardunia.com – Kabupaten Kepahiang mulai menggarap serius potensi energi panas bumi (geotermal) di dua titik wilayah kerja. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd., M.H., menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat berharap proses pengelolaan energi terbarukan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terutama terkait proses pembebasan lahan di kawasan terdampak.
"Kawasan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Desa Air Sempiang saat ini mulai digarap. Kami berharap adanya sinergi dan dukungan dari masyarakat agar progresnya berjalan lancar," ujar Hartono, Rabu (13/01/2026).
Titik pertama berlokasi di Desa Air Sempiang dengan estimasi kapasitas 2 x 50 Megawatt. Pengembangannya dilakukan oleh PT Mitra Cakrawala International (MCI) bekerja sama dengan PLN.
Selain di Air Sempiang, titik kedua berada di Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu. Lokasi ini akan dikelola oleh Hitay Energy Holdings, perusahaan asal Turki. Sekda menjelaskan bahwa investor asal Turki tersebut tidak hanya fokus pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga berkomitmen membangun infrastruktur daerah.
"Hitay Energy Holdings berkomitmen meningkatkan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan sepanjang 5 kilometer menuju lokasi pengembangan. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi aksesibilitas warga," tambah Hartono.
Pengembangan energi panas bumi ini diyakini akan memberikan keuntungan finansial yang besar bagi Kabupaten Kepahiang melalui dana bagi hasil. Pemerintah Kabupaten Kepahiang mengestimasi pendapatan daerah bisa mencapai Rp100 miliar per tahun. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.