Skip to main content
x
TPPS Kepahiang Targetkan Penurunan Angka Stunting dari 22% Menjadi 17% di 2024, Menuju Zero Stunting 2030 (Diky/Mediasinardunia.com)

TPPS Kepahiang Targetkan Penurunan Angka Stunting dari 22% Menjadi 17% di 2024, Menuju Zero Stunting 2030

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kepahiang berkomitmen untuk menurunkan angka stunting dari 22 persen pada tahun 2023 menjadi 17 persen pada tahun 2024. Ketua TPPS Kepahiang, Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk melakukan penanganan dan pencegahan guna menekan angka stunting yang ditargetkan mencapai zero stunting hingga tahun 2030.

Berbagai program lintas sektoral diupayakan oleh Pemkab Kepahiang untuk menekan angka stunting, mulai dari pengkoordinasian, penyinergian, hingga evaluasi berbagai upaya intervensi stunting di berbagai tingkatan, dari pusat hingga desa dan kelurahan.

"Tentu saja, TPPS Kepahiang akan menerapkan reward dan punishment bagi desa dan kelurahan yang berhasil menekan angka stunting, terutama dalam hal pencegahan. Saat ini, di Kabupaten Kepahiang terdapat sekitar 5.000 data risiko stunting, dengan jumlah kasus sebanyak 164 anak," ungkap Wabup.

Menindaklanjuti upaya penanganan kasus stunting, Wabup juga menyatakan bahwa TPPS akan menggalakkan program orangtua asuh stunting, yang bertujuan memberikan bantuan gizi, makanan sehat, dukungan finansial, serta edukasi kepada keluarga berisiko stunting, untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.

"Kita terus melakukan evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting dan melaporkan perkembangan yang ada untuk memastikan efektivitas program orangtua asuh stunting ini. Harapan kita adalah terus melakukan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan intervensi di tingkat lapangan," jelas Wabup.

Di sisi lain, Wabup menambahkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan risiko stunting, antara lain adalah kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, intervensi tidak hanya perlu dilakukan di sektor kesehatan, tetapi juga harus mencakup sanitasi air bersih serta pembangunan layak yang berdampak positif terhadap penurunan angka stunting.