Skip to main content
x
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip, MM, menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap sekolah-sekolah yang menjadi pilihan utama para calon siswa, sabtu (8/6/24). (Diky/mediasinardunia.com)

Edwar Samsi Minta Dikbud Tingkatkan Pengawasan PPDB Tahun Ajaran 2024/2025

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu telah memberikan peringatan tegas kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 di provinsi tersebut.

Peringatan ini terutama ditujukan kepada sekolah-sekolah favorit yang sering menjadi incaran para calon siswa dan orang tua, dengan tujuan mencegah berbagai masalah yang biasa terjadi dalam proses PPDB seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip, MM, menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap sekolah-sekolah yang menjadi pilihan utama para calon siswa. “Pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang banyak diminati harus diperketat agar proses PPDB berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya pada Sabtu, (8/6/24).

 

Kota bengkulu

 

Edwar juga menjelaskan bahwa Komisi IV DPRD telah melakukan tinjauan terhadap pelaksanaan PPDB pada tahun-tahun sebelumnya di berbagai kabupaten dan kota, dan menemukan masih banyak masalah yang perlu diatasi, seperti siswa yang tidak mendapatkan tempat di sekolah yang diinginkan dan penumpukan pendaftaran di beberapa sekolah.

“Dalam pengawasan kami, kami akan memastikan agar penerimaan siswa baru dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Edwar.

Sebagai mitra dari Dikbud Provinsi Bengkulu, Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk turut serta dalam pengawasan dan memastikan agar masalah-masalah yang terjadi pada PPDB tahun-tahun sebelumnya tidak terulang pada PPDB tahun 2024. Salah satu fokus pengawasan adalah pada penerimaan siswa melalui jalur zonasi atau berdasarkan tempat tinggal.

“Setiap jalur penerimaan memiliki persentase tersendiri, dan kami berharap sekolah akan mematuhi ketentuan tersebut,” tutup Edwar. (Adv/MSD)