Bupati Kaur Pimpin Apel Perdana Sekolah Rakyat Terintegrasi 14: Langkah Nyata Menuju Pendidikan Inklusif
Kaur, Mediasinardunia.com - Bupati Kaur, Gusril Pausi, memimpin langsung apel perdana di Sekolah Rakyat Terintegrasi 14 Kabupaten Kaur pada Jumat (15/08/2025). Kehadiran sekolah ini dianggap sebagai tonggak penting dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, bermartabat, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Apel perdana tersebut diikuti oleh kepala OPD Pemkab Kaur dan seluruh tenaga pendidik di SRT 14.
Dalam kesempatan itu, Bupati Gusril menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, yang telah menggagas lahirnya program Sekolah Rakyat. Menurutnya, kebijakan ini merupakan jawaban nyata agar anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang berada di Desil 1 dan Desil 2, dapat menikmati pendidikan yang layak. “Atas nama masyarakat Kaur, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Kabupaten Kaur menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk melaksanakan program Sekolah Rakyat. Kehadiran sekolah ini memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam pendidikan,” ungkap Bupati.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat yang berkonsep boarding school atau berasrama ini akan memberikan pembelajaran intensif selama 24 jam penuh. Anak-anak yang terpilih diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan emas tersebut sebaik-baiknya. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi hebat yang siap membawa Kabupaten Kaur menuju masa depan yang lebih baik,” pesan Bupati kepada para siswa.
Sementara itu, Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, menekankan bahwa keberadaan SRT 14 Kaur bukan hanya simbol pendidikan, tetapi juga bukti kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Mari kita jaga semangat gotong royong ini. Bersama-sama kita wujudkan generasi Kaur yang unggul dan berdaya saing,” tutup Wabup Abdul Hamid.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 14, Pemkab Kaur optimistis bahwa tidak akan ada lagi anak-anak di daerah ini yang terpinggirkan dalam memperoleh hak pendidikan, sehingga cita-cita untuk mencetak generasi emas Kaur dapat tercapai.