Skip to main content
x
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, 02/10/2024 (Diky/Mediasinardunia.com)

Menggali Potensi dan Tantangan: Pemilih Gen Z dalam Pemilu dan Pilkada Bengkulu 2024

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Generasi Z (Gen Z) telah aktif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) sejak tahun 1997 hingga Pemilu Presiden dan Legislatif pada Februari 2024 lalu. Namun, potensi suara mereka dianggap sebagai pemilih mengambang (flying voters/ swing voters) yang merupakan pemilih rasional yang bisa berubah pilihan sesuai ide dan gagasan tertentu.

Pilihan mereka dapat berubah hingga hari pemungutan suara, yang diyakini akan terjadi juga pada Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024 di Provinsi Bengkulu.

"Gen Z termasuk dalam kategori pemilih mengambang atau swing voters, mereka dapat berpindah karena sesuai dengan tren dan kebutuhan mereka. Mereka akan memilih calon yang sesuai dengan gaya hidup, pemahaman mereka, dan paham dengan mereka," jelas Usin Abdisyah Putra Sembiring, Politisi DPRD Provinsi Bengkulu yang terpilih kembali untuk periode 2024 - 2029.

Menyasar pemilih Gen Z adalah sebuah tantangan dan beresiko, meskipun dalam kontestasi politik sebelumnya, potensi pemilih tersebut memberikan kontribusi besar untuk kemenangan calon politik di Provinsi Bengkulu, yaitu sebesar 20 persen dari total pemilih, termasuk pada Pilkada kali ini.

Bengkulu

"Dari pengalaman perolehan suara pribadi saya, pada Pemilu 2019 sebanyak 4.000-an suara. Sementara, pada Pemilu Legislatif 2024, perolehan suara saya meningkat 120 persen menjadi 9.000an suara, sebagian besar berasal dari pemilih Gen Z," tambah Usin.

Usin, yang berasal dari Kota Bengkulu, mengatakan bahwa pendekatan khusus diperlukan untuk mendapatkan dukungan suara dari Gen Z yang memiliki rentang usia 17 - 27 tahun.

Meskipun dianggap sebagai pemilih yang dapat berubah-ubah, Gen Z memiliki karakter khusus dalam menentukan pilihan. Mereka tidak akan terpengaruh oleh politik uang, namun akan memilih calon yang mereka kenal dan mampu memenuhi kebutuhan mereka.

"Gen Z melakukan evaluasi yang cermat terhadap calon yang akan mereka pilih. Mereka akan memilih calon yang dapat memahami kebutuhan mereka dan mampu berkomunikasi dan membentuk hubungan dengan dunia mereka. Mereka tidak menyukai kampanye hitam terhadap lawan politik," kata Usin berbagi kiat suksesnya pada Pemilu sebelumnya.

Usin Abdisyah Putra Sembiring juga berharap agar para pasangan calon pada Pilkada 2024 mendatang tidak hanya mengincar pemilih Gen Z, tetapi juga memberikan pendidikan dan pemahaman politik yang benar kepada mereka.(ADV/Msd)