Upaya Kota Bengkulu dalam Pengelolaan Sampah: Bank Sampah Sebagai Solusi Bersama
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Salah satu manfaat utama dari Bank Sampah adalah kemampuannya untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dengan memilah dan mendaur ulang sampah secara efektif, Bank Sampah mengurangi beban pada TPA, yang sering kali sudah menghadapi kapasitas penuh dan masalah pengelolaan.
Bank Sampah dapat menjadi solusi untuk pengelolaan sampah, lingkungan, dan ekonomi di masa kini.
Pembentukan Bank Sampah bertujuan untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Konsep Bank Sampah berfungsi sebagai sistem pengumpulan dan daur ulang sampah secara komersial, seperti menjual atau mendaur ulang.
Di Kota Bengkulu, upaya tersebut terus digalakkan. Pemerintah Kota Bengkulu mendorong agar setiap kelurahan memiliki minimal satu Bank Sampah.
Dengan adanya Bank Sampah di setiap kelurahan, pengelolaan sampah dapat menjadi lebih terorganisir mulai dari tingkat kelurahan, RT, RW, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti di Cempaka Permai, Lempuing, dan kelurahan lainnya.
"Pemerintah Kota Bengkulu berharap Bank Sampah seperti ini dapat hadir di setiap kelurahan di Kota Bengkulu. Dengan demikian, kami berharap dapat mengatasi satu dari beberapa persoalan dan dapat menikmati hasilnya secara bersama-sama," ungkap Pj Walikota Bengkulu melalui Pj Sekda Eko Agusrianto, pada Senin (27/01/2025).
Eko juga mengapresiasi seluruh perangkat kelurahan se-Kecamatan Kota Bengkulu yang telah memberikan dukungan nyata dalam program Pemerintah Kota Bengkulu terkait masalah sampah.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Kota ini adalah milik kita, jangan merasa hanya sebagai penghuni sementara. Masalah sampah ini adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan persoalan sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga memerlukan kerjasama dari diri sendiri, masyarakat, dan pihak lainnya," tambah Eko.