Skip to main content
x
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko memperkuat sistem pengamanan pembangunan Jembatan Lubuk Selandak, Kecamatan Teramang Jaya. (Alf/mediasinardunia.com)

Antisipasi Banjir Bandang, PUPR Mukomuko Pasang Flood Barrier untuk Lindungi Perancah Jembatan Lubuk Selandak

Mukomuko, Mediasinardunia.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko memperkuat sistem pengamanan pembangunan Jembatan Lubuk Selandak, Kecamatan Teramang Jaya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya ambruknya rangka jembatan akibat perancah penyangga dihantam banjir bandang.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemasangan Flood Barrier atau penghalang banjir di setiap titik perancah penyangga rangka jembatan. Penghalang tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap hantaman material besar yang terbawa arus sungai saat debit air meningkat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, menjelaskan bahwa pemasangan Flood Barrier merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko kerusakan pada perancah, terutama ketika banjir membawa kayu berukuran besar dari arah hulu.

Mukomuko

“Skemanya, ketika banjir membawa kayu besar, material itu akan menghantam pengaman terlebih dahulu. Kemudian arus dan material akan diarahkan melewati celah-celah perancah sehingga dapat terus mengalir ke hilir,” jelas Apriansyah.
Belajar dari Peristiwa Sebelumnya
Penguatan pengamanan ini tidak terlepas dari kejadian banjir sebelumnya yang menyebabkan perancah penyangga dihantam derasnya arus hingga mengakibatkan rangka jembatan ambruk.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius PUPR. Pasalnya, perancah memiliki peran penting dalam menopang rangka jembatan selama proses pembangunan berlangsung. Kerusakan pada bagian ini berpotensi menghambat pekerjaan sekaligus menimbulkan risiko terhadap keselamatan konstruksi.
Karena itu, PUPR berupaya memperkuat perlindungan perancah dengan memperhitungkan potensi banjir yang membawa material kayu, batu, maupun benda berukuran besar lainnya.

“Ini kita persiapkan sebagai antisipasi agar perancah tidak langsung menerima hantaman material besar yang dibawa arus,” tegasnya.
Pembangunan Diharapkan Tak Kembali Terganggu
Pemasangan Flood Barrier diharapkan mampu meningkatkan perlindungan terhadap perancah dan mengurangi risiko gangguan terhadap proses pembangunan Jembatan Lubuk Selandak.

Apriansyah menegaskan, pengamanan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan, mengingat lokasi pembangunan berada di kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan debit air ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Dengan langkah antisipasi tersebut, PUPR Mukomuko berharap pembangunan Jembatan Lubuk Selandak dapat terus berjalan secara aman dan lancar, tanpa kembali terganggu oleh ancaman banjir bandang.