BRIEF 2026 Promosikan 48 Proyek Investasi Bengkulu Senilai Rp79 Triliun
BENGKULU," Mediasinardunia.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat promosi investasi, perdagangan, dan pariwisata melalui Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Senin (12/10/2026).
Forum bertema *Connecting Opportunities, Driving Economic Transformation* ini dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian, unsur Forkopimda, Wali Kota Bengkulu, para bupati, kepala organisasi perangkat daerah, serta investor dari dalam dan luar negeri.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan BRIEF 2026 menjadi momentum untuk memperluas peluang investasi sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah komoditas unggulan.
Dalam forum tersebut, Bengkulu mempromosikan 48 proyek investasi potensial yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan nilai mencapai 4,42 miliar dolar AS atau sekitar Rp79 triliun.
Dua proyek unggulan yang dipresentasikan yakni Laguna Waterpark & Resort di Kabupaten Kaur senilai Rp19,1 miliar dan pengembangan pengolahan kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang senilai Rp10,68 miliar.
BRIEF 2026 juga memfasilitasi komitmen kerja sama investasi antara pemerintah kabupaten dan sejumlah perusahaan, serta empat *Letter of Intent* (LoI) yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Bengkulu pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi pada September 2026 terkendali di angka 3,38 persen. Realisasi investasi hingga semester I mencapai Rp2,85 triliun atau 49,67 persen dari target tahunan Rp5,75 triliun. Kredit investasi juga tumbuh 25,84 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Penguatan investasi dinilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hilirisasi komoditas unggulan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Upaya tersebut turut didukung ekspor perdana 19,2 ton kopi Robusta Bengkulu ke Italia senilai Rp1,24 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses produk lokal ke pasar internasional.
Selain investasi dan perdagangan, BRIEF 2026 meluncurkan Bengkulu Tourism Roadmap serta buku panduan wisata *The Hidden Paradise of Sumatra* yang memuat lima paket wisata siap jual. Promosi pariwisata juga diperkuat melalui *Explore Bengkulu Video Challenge* yang melibatkan lebih dari 110 konten kreator lokal.
Forum ini menghadirkan perwakilan diplomatik dan investor dari Belarus, Palestina, Tunisia, Jepang, Pakistan, dan Malaysia. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, turut menyampaikan *keynote speech* melalui tayangan video.
Melalui BRIEF 2026, BI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap potensi daerah semakin dikenal di pasar global, investasi meningkat, produk lokal semakin berdaya saing, serta pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan. (***)