Skip to main content
x
Bupati Bengkulu Tengah Usulkan Perhatian Khusus atas Pemotongan Transfer Daerah Berdasarkan Kemampuan Fiskal, 11/09/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Bupati Bengkulu Tengah Usulkan Perhatian Khusus atas Pemotongan Transfer Daerah Berdasarkan Kemampuan Fiskal

Bengkulu Tengah, Mediasinardunia.com - Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, mengusulkan agar pemotongan transfer daerah dari pemerintah pusat diperhatikan dengan cermat, terutama berdasarkan klasifikasi kemampuan fiskal daerah. Rachmat menjelaskan bahwa kemampuan fiskal daerah terbagi dalam tiga golongan: kuat, sehat, dan sakit.

"Misalnya, Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp 33 miliar, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 900 miliar. Artinya, kontribusi PAD tidak sampai 10 persen. Ini menunjukkan bahwa kami dalam kondisi 'sakit'," jelas Rachmat Riyanto saat dihubungi melalui telepon pada Kamis (11/09/2025).

Ia menekankan pentingnya pemerintah pusat untuk memperhatikan kondisi fiskal masing-masing kabupaten, khususnya di Bengkulu yang mengalami masalah serupa. "Banyak kabupaten di Bengkulu yang kondisi fiskalnya dalam kategori 'sakit'," tambahnya.

Rachmat berharap agar tidak ada pemotongan transfer daerah untuk kabupaten yang berada dalam kategori fiskal "sakit." Ia memberikan contoh pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025 yang mencapai Rp 61 miliar untuk Kabupaten Bengkulu Tengah. Pemda dan DPRD harus berjuang keras untuk menutupi pemotongan tersebut agar kegiatan pembangunan wajib tetap dapat dilaksanakan.

Kondisi ini, menurutnya, telah menyebabkan guncangan ekonomi di daerah. "Sebaiknya jangan ada pemotongan. Jika dipotong, ekonomi akan terguncang. Di Bengkulu Tengah, sekitar 10 persen masyarakat bekerja sebagai pekerja konstruksi. Pemotongan yang dilakukan akan berdampak pada pekerja konstruksi," tutup Rachmat.