Hadapi Perkembangan AI, Pemilu Harus Hasilkan Pemerintahan Cerdas
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Sumardi mengajak masyarakat memilih calon pemimpin yang cerdas dan adaptif terhadap perkembangan zaman dalam pemilihan umum (Pemilu) serentak Tahun 2024.
Pemilu kali ini, demokrasi Indonesia harus menghasilkan pemimpin yang mau menerima gempuran inovasi teknologi khususnya dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau dikenal dengan artificial intelligence (AI) pada sistem pemerintahan.
"Jangan salah pilih pemerintah. Kalau programnya tidak menerima perkembangan teknologi AI salah satunya, maka kita akan tertinggal," kata Sumardi, Selasa (26/9/23).
Sumardi mengatakan masyarakat harus memahami program calon pemimpin yang akan dibawa dalam menghadapi situasi global dan perkembangan teknologi.
Dalam situasi ini, masyarakat dan sistem pemerintahan mau tidak mau harus sejalan dengan adanya kecerdasan buatan.
"Teknologi melampaui kecerdasan, kecepatan dan kebijaksanaan kita dalam sistem pemerintahan. AI, jika tidak kita kendalikan, maka kita yang akan dikendalikan oleh teknologi," ujar Sumardi.
Sumardi menambahkan AI telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang mendorong perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Kemampuan AI untuk menganalisis data secara cepat, mengenali pola, dan mengambil keputusan otomatis telah mengubah cara kerja dan pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.
"Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan AI dalam pemerintahan membawa berbagai manfaat yang signifikan. Jika pemimpin yang dipilih saja tidak mengerti paham perkembangan ini, kita akan ketinggalan," ujarnya.
Salah satu aspek utama penggunaan AI dalam pemerintahan adalah peningkatan efisiensi administrasi. AI dapat digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin seperti pemrosesan dokumen, pengolahan data, dan analisis kebijakan.
Pegawai pemerintah dapat fokus pada tugas-tugas yang lebih kompleks dan bernilai tambah, sementara tugas-tugas administratif dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat oleh sistem AI.
Hal ini dapat mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan administrasi pemerintahan, sehingga sumber daya yang ada dapat dialokasikan secara lebih efektif.
Dengan demikian, Politisi Golkar ini meminta para calon pemimpin yang akan maju dalam pelaksanaan pemilihan anggota DPRD kabupaten, kota, provinsi, DPR RI, DPD, kepala daerah, serta presiden dan wakil presiden, harus kompleks terhadap perkembangan AI.
"Masyarakat khususnya Provinsi Bengkulu harus pandai melihat peluang dalam menghadapi situasi ini. Agar tidak seperti membeli kucing dalam karung, masyarakat memerlukan edukasi agar lebih cerdas dalam memilih pemimpinnya di Pemilu nanti," pungkasnya.