Skip to main content
x
Helmi Hasan Usulkan Film Master Badar, 17/11/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Helmi Hasan Usulkan Film Master Badar, Jam Intel Apresiasi Peluncuran Sinopsis Buku Edward Coles

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menggagas ide besar untuk mengangkat kisah legendaris Edward Coles, atau yang lebih dikenal sebagai Master Badar, ke dalam sebuah karya film. Gagasan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan peluncuran sinopsis buku "Edward Coles (Master Badar)" yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Senin (17 November).
 
Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan menegaskan bahwa sejarah Bengkulu menyimpan banyak figur penting yang jarang terekspos. Salah satunya adalah Edward Coles, tokoh yang meninggalkan jejak signifikan dalam perjalanan sejarah Bencoolen. Menurut Helmi, menghadirkan kisah Master Badar dalam bentuk film bukan hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan aset budaya Bengkulu kepada publik nasional.
 
“Bengkulu memiliki begitu banyak kisah besar yang belum tersampaikan. Sosok Edward Coles atau Master Badar merupakan warisan sejarah yang sangat layak diperkenalkan lebih luas. Mudah-mudahan melalui film ini, nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat nasional,” ujar Helmi dalam sambutannya.
 
Helmi berharap produksi film tersebut nantinya dapat digarap secara serius, melibatkan sejarawan, akademisi, hingga komunitas perfilman, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga akurat secara historis.
 
Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jam Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Mantovani, turut memberi apresiasi atas peluncuran sinopsis buku tersebut. Namun, ia menilai bahwa konten buku masih memerlukan pendalaman, terutama terkait referensi dan sumber sejarah yang digunakan.
 
Menurut Reda, penyempurnaan buku harus dilakukan melalui diskusi intensif dan melibatkan berbagai pakar. “Diperlukan banyak FGD agar penulisannya lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” katanya.
 
Kajati Bengkulu, Victor Antonius Saragih, selaku pihak yang menginisiasi penulisan buku tersebut, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat Bengkulu yang tidak mengenal figur Edward Coles. Padahal, Coles merupakan salah satu Gubernur Bencoolen yang perannya cukup besar dalam sejarah awal Bengkulu pada masa kolonial Inggris.
 
Victor menegaskan bahwa penulisan buku ini menjadi langkah awal untuk membuka kembali catatan sejarah yang hampir terlupakan. “Inilah alasan kenapa kami menginisiasi penyusunan buku Edward Coles. Kita ingin membuka kembali wawasan sejarah yang selama ini jarang dibahas,” ujar Victor.
 
Ketua Tim Penulis, Harius Eko Saputra, menambahkan bahwa Edward Coles merupakan sosok unik dan berbeda dari banyak pejabat kolonial Inggris lainnya. Dalam berbagai catatan sejarah, Coles justru menunjukkan kedekatannya dengan rakyat Bengkulu dan berani mengambil posisi yang tidak lazim di tengah ketegangan kolonial saat itu.
 
“Edward Coles bahkan secara terbuka menyatakan dirinya bangga tidak memiliki darah Inggris. Ia berpihak kepada rakyat Bengkulu dan terlibat dalam perjuangan melawan tekanan kolonial Inggris,” jelas Harius.
 
Ia berharap sinopsis dan buku tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan sejarah Bengkulu dengan sudut pandang yang lebih manusiawi dan inspiratif.
 
Dengan menguatnya wacana pembuatan film Master Badar, berbagai pihak berharap karya tersebut dapat menjadi salah satu sarana mengenalkan sejarah Bengkulu kepada publik luas, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui media modern yang lebih mudah diterima generasi muda.