Skip to main content
x
Dalam rangka menjalankan program 100 hari kerja, Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos, M.A.P., bersama Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I., memulai langkah penataan aset kendaraan dinas yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kaur, 3/3/2025.(Rensi/mediasinardunia.com)

Bupati dan Wakil Bupati Kaur Mulai Penataan Aset Kendaraan Dinas, Lebih dari 120 Mobil Dinas Sudah Dikumpulkan

KAUR, Mediasinardunia.com - 3 Maret 2025, Dalam rangka menjalankan program 100 hari kerja, Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos, M.A.P., bersama Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I., memulai langkah penataan aset kendaraan dinas yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kaur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan dinas dan memastikan pengelolaan aset pemerintah daerah yang lebih transparan dan terorganisir.

Pada tahap awal, seluruh kendaraan dinas yang ada di Kabupaten Kaur dikumpulkan dan didata. Terhitung sudah lebih dari 120 kendaraan dinas yang berhasil dikumpulkan dan didata oleh tim yang ditunjuk. Pendataan ini meliputi berbagai jenis kendaraan, baik roda empat maupun kendaraan lainnya yang digunakan oleh pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur. Proses ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa seluruh kendaraan dinas tercatat dan dikelola dengan baik.

Dalam pertemuan singkat yang digelar di ruang kantor Bupati Kaur pada hari pertama kerja, Senin, 3 Maret 2025, Bupati Gusril Pausi menyampaikan bahwa penataan aset kendaraan dinas merupakan bagian dari upaya untuk merampingkan pengelolaan aset daerah dan menghindari pemborosan. Bupati menegaskan pentingnya pendataan yang akurat dan pemanfaatan kendaraan sesuai dengan kebutuhan, tanpa adanya penumpukan kendaraan yang tidak terpakai.

"Semua harus didata dan dikumpulkan, Pak Wabup yang mengkoordinir. Nanti setelah semua terkumpul, akan ditata ulang sesuai dengan peruntukannya," ujar Bupati Gusril dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Abdul Hamid.

Bupati Gusril juga menunjukkan komitmennya terhadap program ini dengan memilih menggunakan kendaraan pribadi saat memasuki kantor pada hari pertama kerja. Langkah ini diambil sebagai simbol keseriusan dalam menerapkan kebijakan pengelolaan aset yang lebih efisien dan menghindari ketergantungan pada kendaraan dinas yang tidak terpakai.

Menurut Bupati Gusril, setelah seluruh kendaraan dinas terkumpul dan terdata, langkah selanjutnya adalah menata ulang kendaraan-kendaraan tersebut sesuai dengan fungsinya. Beberapa kendaraan yang tidak lagi dibutuhkan akan dipertimbangkan untuk dilelang atau dialihkan penggunaannya, sementara kendaraan yang masih layak akan dioptimalkan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan setiap instansi.

Wakil Bupati Abdul Hamid, yang bertugas untuk mengkoordinasi proses pendataan dan penataan kendaraan dinas, mengungkapkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dan aset daerah. "Dengan penataan yang baik, kita berharap bisa menghemat anggaran daerah yang sebelumnya digunakan untuk perawatan kendaraan yang tidak terpakai," ujar Wakil Bupati Abdul Hamid.

Proses pendataan dan penataan aset kendaraan dinas ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, dengan melibatkan berbagai pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Kaur. Program ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kendaraan dinas serta mendukung tercapainya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan aset daerah yang lebih efisien, Bupati dan Wakil Bupati Kaur juga berencana untuk melakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan kendaraan dinas dan memperkenalkan sistem pemantauan yang lebih ketat guna memastikan bahwa seluruh kendaraan dinas digunakan dengan tepat dan tidak ada penyalahgunaan.(Rensi febriyentika)