Skip to main content
x
Bupati Kepahiang Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2024, 05/08/2024 (Sopian Hadi/Mediasinardunia.com)

Bupati Kepahiang Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2024

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Melalui nota pengantar Rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2024, Bupati Kepahiang, Dr. Ir. H. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU menyampaikan bahwa iuran BPJS Kesehatan PBI akan terhutang lagi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Kepahiang dalam rapat sidang paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, SE M.Si, pada Senin, 5 Agustus 2024.

Selain itu, Bupati Kepahiang juga menyampaikan proyeksi APBD dalam Rancangan Perubahan KUAPPAS Kabupaten Kepahiang yang menghasilkan defisit anggaran.

Proyeksi APBD Perubahan tahun 2024 tersebut mencakup target pendapatan sebesar Rp 789.531.146.825.00 dan belanja daerah sebesar Rp 810.569.137.694,00, sehingga terdapat defisit sebesar Rp 21.037.990.869,00.

Bengkulu

"Namun, terdapat surplus dalam sektor pembiayaan daerah yang mampu menutupi defisit belanja daerah, sehingga defisit menjadi Rp 0 atau nihil," kata Bupati Kepahiang.

Bupati menjelaskan bahwa dalam Rancangan Perubahan KUAPPAS TA 2024, pendapatan daerah mengalami kenaikan netto sebesar Rp 4.708.846.931.00, dengan kenaikan target pajak daerah sebesar Rp 1.452.000.000, target PAD lainnya sebesar Rp 1.292.869.129, target pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 795.147.694, dan target pendapatan transfer antar daerah sebesar Rp 1.168.830.108.

Selain itu, belanja daerah dalam Rancangan Perubahan KUAPPAS TA 2024 juga mengalami kenaikan netto sebesar Rp 12.746.837.800.

"Namun, Pemkab Kepahiang masih kekurangan anggaran untuk iuran BPJS Kesehatan PBI sebesar Rp 6.946.837.800, hibah KPU sebesar Rp 6.800.000.000, dan rasionalisasi belanja tidak terduga sebesar Rp 1.000.000," ujar Hidayattullah.

Oleh karena itu, Bupati Kepahiang berharap bahwa Rancangan Perubahan KUAPPAS TA 2024 ini akan dibahas oleh Banggar bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Kepahiang. (SH/Adv)