Bupati Seluma dan DPRD Respons Kasus Balita Terjangkit Cacing Gelang di Desa Sungai Petai
Seluma, Mediasinardunia.com - Bupati Seluma, Teddy Rahman, bersama DPRD Seluma dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma, merespons kasus yang dialami Nur Sabrina, bayi berusia 1 tahun 8 bulan dari Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, yang terjangkit penyakit cacing gelang.
Bupati Teddy Rahman menekankan pentingnya Puskesmas untuk lebih aktif turun ke masyarakat dan melakukan monitoring secara detail terhadap permasalahan kesehatan. "Ini perlu pemantauan Posyandu. Puskesmas harus melakukan monitoring yang detail terkait permasalahan kesehatan di masyarakat. Jangan hanya menunggu masyarakat yang datang berobat, tetapi harus lebih intens terjun ke lapangan," ujar Teddy pada Senin malam, 15 September 2025.
Ia juga mengingatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk berkoordinasi dalam menangani permasalahan kesehatan di masyarakat. Dinas Kesehatan, sebagai leading sektor, harus segera membagi tenaga kesehatan sesuai klasifikasi keahlian dan melakukan pemetaan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat. "Tenaga kesehatan harus disebar sampai tingkat desa untuk menjalankan tugas dan mengumpulkan data sebagai dasar program kesehatan Pemkab Seluma," tambah Teddy.
Kepala desa, lurah, dan camat juga diharapkan berperan aktif dalam sosialisasi masalah kesehatan di wilayah masing-masing, serta memantau setiap penduduk agar terlibat dalam posyandu. "Sistem hirarki harus berjalan. Saya minta semua pihak berpartisipasi aktif dalam memantau permasalahan di masyarakat, tidak hanya kesehatan, tetapi juga semua aspek lainnya," tegas Teddy.
DPRD Seluma juga angkat suara terkait kasus balita Nur Sabrina. Ketua DPRD, April Yones, meminta Dinas Kesehatan menangani pasien secara khusus dan menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat. Ia menegaskan bahwa DPRD siap mendukung anggaran serta mendorong OPD terkait untuk lebih proaktif mencegah kasus serupa di masa depan.
"Peristiwa ini luar biasa, semua harus sigap dan cepat menangani ini. Lakukan penanganan secara khusus kepada pasien," ungkap April Yones pada 15 September 2025. Ia juga menambahkan bahwa kasus ini menunjukkan bahwa penerapan PHBS masih kurang di masyarakat, sehingga sosialisasi PHBS harus lebih gencar dilakukan.
"Dinas Kesehatan dan Puskesmas harus peka terhadap kejadian ini. Gencarkan sosialisasi PHBS agar masyarakat memahami pentingnya diterapkan dalam lingkungan keluarga," tuturnya. APRIL juga menyatakan bahwa DPRD siap mendukung anggaran untuk meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat. OPD yang terkait perlu lebih proaktif, seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas PUPR untuk sarana sanitasi, dan Dinas Sosial untuk program kemasyarakatan.
"DPRD Seluma akan melakukan sosialisasi PHBS di setiap pertemuan dengan masyarakat di Dapil masing-masing. Ini harus menjadi prioritas agar di masa depan tidak ada lagi peristiwa serupa," tambah Ketua DPRD.
April Yones juga mengungkapkan rencana untuk memanggil Dinkes, Puskesmas, dan RSUD Tais untuk menindaklanjuti kasus ini. “Kami akan berdiskusi untuk mencari solusi agar ke depan tidak ada lagi anak yang mengalami penyakit cacing gelang,” ujarnya.
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Seluma, Rudi Sawaludin, mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil penanggung jawab program dan klaster serta Kepala Puskesmas Talo Kecil untuk memastikan adanya warga yang terjangkit cacing gelang. "Kami akan memanggil Pj program dan klasternya, termasuk Kepala Puskesmas, untuk memastikan kondisi ini," tandas Rudi pada Senin malam, 15 September 2025.
Rudi menambahkan bahwa program pemberian obat cacing akan diintensifkan melalui posyandu maupun kunjungan langsung ke desa-desa oleh petugas dari 22 Puskesmas yang ada. "Program pemberian obat cacing pada anak akan kami intensifkan. Puskesmas perlu peka terhadap kejadian ini," tegas Rudi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberian gizi pada anak dan sosialisasi PHBS yang akan dimaksimalkan. "Kita akan lakukan evaluasi atas peristiwa ini. Seluruh Puskesmas diharapkan lebih intens turun menemui masyarakat, dengan fokus pada sosialisasi PHBS, serta pemberian gizi dan obat cacing pada anak," tutup Rudi Sawaludin.