Disdik Bengkulu Siapkan Program Orang Tua Asuh bagi Siswa Yatim dan Kurang Mampu
Bengkulu, Mediasinardunia.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Zulhendri tengah melakukan pendataan ulang terhadap siswa SMA dan SMK yang berasal dari keluarga kurang mampu, yatim, maupun yatim piatu sebagai langkah awal pelaksanaan program bantuan pendidikan berbasis orang tua asuh,Senin (22/6/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Zulhendri menjelaskan, saat ini pihaknya sedang memverifikasi kembali data siswa agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.
“Anak-anak yang kurang mampu, termasuk siswa SMA dan SMK, saat ini mulai kita garap kembali pendataannya. Karena siswa kelas tiga sudah lulus, maka sekarang kita fokus mendata siswa kelas satu dan kelas dua. Kita ingin memastikan berapa yang yatim, berapa yang miskin, dan berapa yang yatim piatu,” ujarnya.
Menurutnya, pendataan ulang dilakukan untuk menghasilkan data yang valid sebagai dasar penyusunan program yang akan dijadikan salah satu inovasi daerah dalam membantu akses pendidikan bagi siswa kurang mampu.

Program tersebut nantinya akan melibatkan pejabat pemerintah sebagai orang tua asuh. Setiap pejabat akan diberikan tanggung jawab untuk membantu sejumlah siswa sesuai jenjang jabatannya.
“Kita rencanakan pejabat eselon II membina sekitar enam anak, eselon III empat anak, dan eselon IV dua anak. Skema ini sedang kita susun agar bantuan bisa terdistribusi dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan akan diutamakan kepada siswa yang berasal dari wilayah kerja atau daerah asal masing-masing pejabat. Dengan demikian, proses pembinaan dan pengawasan terhadap penerima bantuan dapat berjalan lebih efektif.
“Nanti kita sesuaikan dengan daerah masing-masing. Misalnya ada pejabat yang berasal dari wilayah tertentu, maka anak-anak yang dibantu diutamakan berasal dari wilayah tersebut. Dengan begitu hubungan pembinaan juga lebih dekat,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Zulhendri berharap program ini dapat menjadi solusi untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Selain itu, keterlibatan para pejabat sebagai orang tua asuh diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial terhadap dunia pendidikan di Provinsi Bengkulu.
Saat ini proses pendataan masih berlangsung dan akan terus disempurnakan sebelum program resmi diluncurkan. Pemerintah menargetkan seluruh data penerima bantuan telah tervalidasi sehingga pelaksanaan program dapat berjalan transparan dan tepat sasaran.(Adv)