Skip to main content
x
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memfasilitasi pelaksanaan tradisi takbir keliling masyarakat untuk menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah di daerah ini, jum'at (5/4/24). (Diky/mediasinardunia.com)

Pemerintah Kabupaten Mukomuko Memfasilitasi Tradisi Takbir Keliling Menyambut Idul Fitri

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memfasilitasi pelaksanaan tradisi takbir keliling masyarakat untuk menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah di daerah ini, jum'at (5/4/24). 

Menurut Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Amri Kurniadi, takbir keliling merupakan tradisi masyarakat adat di daerah ini dalam menyambut Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Untuk itu, pemerintah daerah telah memfasilitasi pelaksanaannya.

Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko sebelumnya menerima masukan dari tokoh adat terkait pelaksanaan takbir keliling untuk menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah. Setelah mendapatkan masukan tersebut, pemerintah daerah mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

Pada tahun sebelumnya, tradisi takbir keliling melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai wilayah di daerah tersebut untuk ikut serta dalam takbir keliling.

Takbir keliling baik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat di berbagai wilayah daerah ini disatukan dalam satu kegiatan. Sebagai tradisi, pemerintah setempat juga melibatkan pegawai sarak, kepala kaum, dan pihak adat.

Sejumlah kendaraan dinas OPD di lingkungan pemerintah daerah akan menjemput pegawai sarak, kaum, dan tokoh adat untuk mengikuti takbir keliling. Pelepasan peserta pawai takbir keliling dimulai dari masjid agung menuju jalan utama menuju terminal Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko.

Peserta takbir keliling kemudian akan menuju jalan padat karya menuju simpang Kantor Satlantas Polres Mukomuko dan titik kumpul terakhir di rumah dinas wakil bupati karena bupati tidak berada di lokasi tersebut.

Dalam tradisi daerah ini, rumah yang menjadi tuan rumah akan dikunjungi oleh pegawai sarak, kepala kaum, dan tokoh adat.

(Rilis AB)