Skip to main content
x
Pemprov Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Perusahaan untuk Program TJSP Tepat Sasaran, 02/10/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemprov Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Perusahaan untuk Program TJSP Tepat Sasaran

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis (2/10) siang terlihat berbeda. Deretan kursi yang biasanya diisi pejabat kini ditempati oleh anggota Tim Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Provinsi Bengkulu. Mereka hadir memenuhi undangan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Rapat ini memiliki agenda penting, yakni mewujudkan sinergi nyata antara dunia usaha dan pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Tim TJSP ini dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur Bengkulu, artinya tim ini punya dasar hukum yang kuat. Harapan kami, keberadaannya bisa memperkuat dukungan perusahaan terhadap program pemerintah, terutama dalam membantu masyarakat,” tegas Herwan Antoni dalam arahannya.

Menurut Herwan, Tim TJSP bukan sekadar formalitas. Tim ini bertugas memastikan program CSR tidak berjalan sendiri-sendiri atau tumpang tindih, melainkan selaras dengan program prioritas pemerintah. Program tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita mantapkan peran tim. Setiap bidang harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Program 'Bantu Rakyat' yang dicanangkan pemerintah harus mendapat dukungan nyata dari dunia usaha. Inilah esensi dari tanggung jawab sosial,” tambah Herwan. Ia juga menegaskan bahwa anggota tim harus aktif dan menghasilkan aksi konkret, bukan hanya wacana.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Bengkulu, Hj. Yuliswani. Ia mengingatkan anggota tim untuk memahami tanggung jawab besar yang mereka emban.

“Tugas Tim TJSP jelas, yakni merencanakan dan mengoordinasikan program bersama tim CSR perusahaan. Bukan hanya itu, kita juga punya kewajiban untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaannya. Jangan sampai ada program CSR yang tidak tepat sasaran,” terang Yuliswani.

Menurutnya, keberadaan TJSP menjadi jembatan penting untuk memastikan bahwa dana CSR perusahaan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kita ingin setiap rupiah yang dikucurkan lewat program CSR punya dampak langsung bagi rakyat kecil. Itulah ukuran keberhasilan kita,” katanya.

Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi momentum evaluasi. Selama ini, banyak program CSR yang dijalankan perusahaan tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah, menyebabkan tumpang tindih atau tidak sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat.

Melalui Tim TJSP, Pemprov Bengkulu berupaya menghadirkan mekanisme yang lebih terstruktur. Perusahaan tidak lagi berjalan sendiri, melainkan bersinergi dengan pemerintah. Dengan begitu, program CSR dapat diarahkan untuk menjawab persoalan strategis seperti stunting, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.

“Kami berharap, setelah rapat ini, komunikasi dan koordinasi semakin intensif. Jangan ada jarak antara pemerintah dan perusahaan. Kita harus bersama-sama membangun Bengkulu,” tutur Herwan.

Masyarakat tentu menanti hasil nyata dari kerja sama ini. Di banyak daerah, program CSR terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari pembangunan fasilitas umum, pemberdayaan kelompok tani, hingga dukungan pendidikan anak kurang mampu. Bengkulu, dengan potensi alam dan sumber daya manusianya, sangat membutuhkan sentuhan dari program-program sosial perusahaan. Jika dikelola dengan baik, CSR bisa menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan.

“CSR bukan semata kewajiban perusahaan, tapi wujud kepedulian sosial. Di Bengkulu, kita ingin menjadikan CSR sebagai gerakan bersama, bukan proyek sesaat,” pungkas Yuliswani.