Skip to main content
x
Pemda kaur saat ikuti zoom meeting pengendalian inflasi, senin, (25/3/24). (Diky/mediasinardunia.com)

TPID Kabupaten Kaur Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual Pada Minggu Ke-4 Bulan Maret

Kaur, Mediasinardunia.com - Pada Minggu Ke-4 Bulan Maret, tim TPID Kabupaten Kaur kembali mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara virtual oleh Kemendagri. Rapat ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lianto, SP, Kepala Dinas Sosial Ramdhanizar, Kasi BPKAD Dedi Suhardi, KJF Dinas Pertanian U.Supriajaya, serta Kasi Dinas Perindagkop Yuniarti, S.Sos. Rapat tersebut berlangsung di Aula Lantai III Setda Kabupaten Kaur pada Senin (25/03/2024).

Rakor kali ini dimulai dengan paparan dari Deputi Bidang Statistik Distribusi Barang dan Jasa, Pudji Ismartini, yang menyajikan tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga pada minggu ke-3 Maret 2024.

Pudji Ismartini memaparkan data tinjauan inflasi menurut kelompok untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri dari tahun 2021 hingga 2023. Menurut data yang dipresentasikan, kelompok yang paling berkontribusi terhadap inflasi pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri adalah kelompok makanan, minuman, tembakau, dan transportasi.

"Inflasi tertinggi terjadi pada April 2022, mencapai 1,76% dengan kontribusi sebesar 0,46% terhadap inflasi nasional. Minyak goreng memberikan kontribusi terbesar pada bulan tersebut, sebesar 0,19%," ujar Pudji.

Selain itu, Pudji Ismartini juga menyoroti perkembangan harga pada minggu ke-3 Maret ini, yang secara nasional cenderung stabil namun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas di beberapa Kabupaten/Kota, seperti telur ayam ras, beras, daging ayam ras, minyak goreng, bawang putih, gula pasir, bawang merah, daging sapi, cabai rawit, dan cabai merah.

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Jenderal Menteri Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk mengatasi inflasi dengan melaksanakan operasi pasar murah serta melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna mencegah penimbunan barang.

"Kami mengimbau pemerintah daerah agar terus melaksanakan operasi pasar agar dampaknya dirasakan oleh masyarakat dan tujuan dapat tercapai," ucapnya.

(Rilis MC Kaur)