Skip to main content
x
Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu.(ari/Mediasinardunia.com)

Kualitas Tanah di Daerah Aliran Sungai Bengkulu Terancam Rusak

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu, memiliki kekayaan alam yang berlimpah sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Namun, saat ini mengalami permasalahan serius yaitu pencemaran tanah yang disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang tidak ramah lingkungan seperti pertambangan, pertanian dan aktivitas lain. Hal ini dapat mengancam kelestarian DAS yang ada di Bengkulu dan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Praktik pertambangan yang terjadi di Bengkulu merupakan salah satu kegiatan yang menyebabkan menurunnya kualitas tanah. Dengan erosi yang terjadi, menimbulkan tanah terbawa aliran air yang  selanjutnya terendap di dalam sungai. Sungai yang mengalami pengendapan dan pendangkalan sungai akan mengurangi kapasitas dari aliran sungai sehingga dapat berdampak negatif terhadap ekosistem sungai dan dapat merusak pasokan air bersih bagi masyarakat.
Dalam kegiatan penambangan terjadi proses pembukaan lahan yang berkaitan dengan penebangan terhadap pohon-pohon yang berada di lokasi penambangan. Pembukaan lahan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan dapat menyebabkan terjadinya degradasi kualitas tanah dan juga sangat berdampak buruk bagi hidrologi DAS Bengkulu. Hal ini terlihat dengan jelas pada kondisi DAS Bengkulu yang saat ini termasuk dalam klasifikasi DAS dipulihkan dikarenakan seringnya terjadi bencana banjir ketika terjadi hujan yang sangat lebat dalam waktu yang lama, salah satu penyebabnya adalah adanya kegiatan penambangan yang terjadi di hulu DAS Bengkulu.
Selain kegiatan pertambangan dan pembukaan lahan, ternyata kegiatan pertanian juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kualitas tanah yang ada di DAS Bengkulu. Hal ini dapat diakibatkan karena pengguna pupuk dan juga pestisida kimia secara berlebihan. Bahan kimia dapat meresap ke dalam tanah hingga mencapai sumber air tanah, sehingga dapat terbawa ke aliran sungai dan dapat berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat ataupun makhluk hidup lainnya.
Rusaknya kualitas tanah di DAS Bengkulu dapat berdampak luas, seperti menurunnya produksi pertanian, pasokan air bersih yang terancam, dan juga terganggunya 

ekosistem sungai. Selain itu hal ini juga dapat menimbulkan konflik secara sosial dan ekonomi dan juga dapat mengganggu keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitar DAS Bengkulu.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Pemerintah perlu memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan. Masyarakat perlu didorong untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Pengembangan program reboisasi dan rehabilitasi hutan juga sangat penting untuk menjaga kelestarian DAS Bengkulu. Melalui upaya bersama, kita dapat mencegah kerusakan kualitas tanah di DAS Bengkulu dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Penulis Ke - I  : Romauli Pardede
Penulis ke - II : prof,Dr,Ir, Riwandi,MS