Skip to main content
x
Laskar Gibran: Keakraban Sufmi Dasco dan Gibran Rakabuming Bukti Eratnya Hubungan Prabowo-Jokowi

Laskar Gibran: Keakraban Sufmi Dasco dan Gibran Rakabuming Bukti Eratnya Hubungan Prabowo-Jokowi

JAKARTA, Mediasinardunia.com - Ketegasan dan keharmonisan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai tetap terjalin sangat kuat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, menanggapi momen kebersamaan antara Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada perayaan HUT Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (18/9/2026).

Dalam acara yang dihadiri jajaran elit politik dan pemerintahan tersebut, kehadiran Wapres Gibran yang berjalan berdampingan dan tampak akrab bersama Prof. Sufmi Dasco menjadi sorotan utama publik.

"Keakraban antara Prof. Dasco dan Mas Gibran adalah gambaran nyata dari kehangatan serta harmoni politik antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Tidak bisa dipungkiri, Bang Dasco merupakan simbol dan representasi utama dari Presiden Prabowo, sementara Mas Gibran adalah representasi dari Pak Jokowi," ujar Leonardo Sirait dalam keterangannya kepada media.

Gaya Politik Luwes dan Penguat Harmoni

Leonardo menilai bahwa Prof. Dasco senantiasa mencerminkan gaya politik egaliter khas Prabowo Subianto—luwes, hangat, tenang, serta mampu terhubung (connect) dengan tokoh politik dari berbagai latar belakang. Di sisi lain, sikap matang ditunjukkan oleh Gibran Rakabuming Raka.

"Meski dari sisi usia jauh lebih muda, Mas Gibran sangat dewasa dalam memposisikan diri dengan para elit politik senior," tambahnya.
Lebih lanjut, Leonardo Sirait menyebut Prof. Sufmi Dasco sebagai tokoh kunci di balik eratnya hubungan politik Prabowo dan Jokowi. Ia menegaskan bahwa Dasco konsisten menjaga kondusivitas sosial-politik agar pemerintah fokus bekerja.

"Saya tahu betul bagaimana Bang Dasco bekerja keras menciptakan ketenangan dan harmoni sosial-politik, sehingga pemerintah dapat fokus menjalankan program-program strategisnya untuk rakyat," jelas Leonardo Sirait.

Bengkulu

Menepis Narasi Spekulatif dan Isu Miring

Dalam kesempatan tersebut, Leonardo Sirait secara tegas membantah berbagai spekulasi dan tuduhan yang dilemparkan oleh sejumlah pihak di media sosial maupun kanal podcast, termasuk narasi dari Roy Suryo, Denny Indrayana, serta isu yang dikembangkan penggiat media sosial.

Leonardo menepis klaim yang mengaitkan nama Prof. Dasco dengan pihak-pihak yang memicu kegaduhan, seperti tuduhan mem-backup kasus dugaan fitnah ijazah Pak Jokowi.

"Kegaduhan yang diciptakan oleh Roy Suryo cs justru memicu disharmoni yang mengganggu konsentrasi pemerintah. Hal seperti itu sangat tidak diinginkan oleh Prof. Dasco. Namanya kerap diseret-seret dalam diskusi publik atau podcast belakangan ini hanya untuk meraih simpati publik," tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Leonardo menegaskan bahwa kebersamaan di HUT PAN membuktikan keutuhan pemerintahan saat ini.

"Keakraban Prof. Sufmi Dasco dan Wapres Gibran memberikan pesan politik yang sangat kuat: hubungan antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi tetap terjaga erat dalam ikatan harmoni yang kokoh. Prabowo-Gibran solid dan fokus pada program kerja nyata untuk masyarakat," tutup Leonardo Sirait.