Skip to main content
x
Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, menanggapi beredarnya sebuah video di media sosial TikTok yang memuat pernyataan bernada kritis terhadap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Video yang diunggah melalui akun TikTok @dije.nih

Leonardo Sirait Tanggapi Video TikTok Soroti Sufmi Dasco, Tegaskan Tak Mewakili Seluruh Relawan Jokowi-Gibran

JAKARTA , Mediasinardunia com  – Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, menanggapi beredarnya sebuah video di media sosial TikTok yang memuat pernyataan bernada kritis terhadap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Video yang diunggah melalui akun TikTok @dije.nih tersebut menampilkan seorang perempuan yang menyampaikan sejumlah pernyataan mengenai Sufmi Dasco Ahmad. Dalam video itu juga terdapat cuplikan pembahasan dari podcast CumiCumi.com yang menghadirkan Reymond Sianipar.

Video tersebut kemudian beredar di media sosial dengan narasi yang mengaitkannya dengan relawan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal tersebut, Leonardo Sirait menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh individu dalam video tersebut tidak dapat dianggap sebagai representasi seluruh elemen relawan Jokowi maupun Gibran.

“Menanggapi video yang beredar, saya selaku Ketua Umum Laskar Gibran perlu menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh perempuan dalam video tersebut, khususnya yang menyudutkan Bapak Sufmi Dasco Ahmad dengan mengatasnamakan atau seolah-olah mewakili relawan Jokowi-Gibran, tidaklah tepat,” ujar Leonardo saat ditemui wartawan.

Menurut Leonardo, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak dapat dijadikan sebagai sikap resmi seluruh relawan.

“Saya sendiri merupakan bagian dari relawan Jokowi dan tidak sependapat dengan pernyataan tersebut. Perbedaan pandangan maupun kritik sebaiknya disampaikan secara proporsional, berdasarkan fakta, dan tidak mengatasnamakan kelompok relawan secara sepihak,” katanya.

Ia menilai penggunaan nama atau identitas kelompok relawan untuk menyampaikan pandangan pribadi perlu dilakukan secara hati-hati. Hal itu, kata dia, penting agar tidak muncul persepsi bahwa pernyataan seseorang merupakan sikap resmi seluruh kelompok relawan.

Leonardo menegaskan, kritik terhadap tokoh publik merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, dan tidak menggunakan narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

“Yang paling penting, masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh potongan-potongan video yang beredar. Kita harus melihat konteksnya secara utuh dan memastikan kebenaran informasi yang diterima sebelum menyebarkannya lebih jauh,” pungkas Leonardo.