Skip to main content
x
Sosialisasi DBD oleh pihak puskesmas di enak kecamatan dalam wilayah dapil IV Bengkulu Utara (ft: Diky/mediasinardunia.com)

Masyarakat Bengkulu Utara Waspadai Serangan Demam Berdarah Dengue

BENGKULU UTARA, Mediasinardunia.com - Hampir seluruh wilayah Puskesmas di enam kecamatan dalam wilayah dapil IV Bengkulu Utara atau Ketrina yang meliputi Kecamatan Ketahun, Putri Hijau, Napal Putih, Ulok Kupai, Marga Sakti Sebelat, dan Pinang Raya ditemukan kasus positif demam berdarah dengue (DBD).

Hingga bulan Maret 2024, sudah ada dua kasus pasien yang terkonfirmasi positif DBD, masing-masing berasal dari Desa Urai, Kecamatan Ketahun dan pasien terbaru diduga positif DBD berasal dari Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Ulok Kupai dilaporkan meninggal dunia (MD).

Pasien positif DBD lainnya masih dirawat inap di rumah sakit (RS), ada yang berhasil melewati masa kritis dan dinyatakan sembuh dari serangan DBD. Serangan DBD di enam kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara sudah berada diambang status darurat.

Kepala Puskesmas Tanjung Harapan, Harmen, S.KM, menyatakan bahwa ada empat pasien terkonfirmasi positif DBD dari wilayah kerjanya yang sedang dirawat inap di RS Tiara Shella Bengkulu dan RS Bhayangkara Bengkulu. Keempat pasien berasal dari Desa Tanjung Dalam.

Satu pasien sedang dirawat di ruang ICU karena kondisinya dalam masa kritis. Pasien tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia 17-18 tahun. Satu pasien positif DBD dari Desa Tanjung Dalam dilaporkan meninggal dunia, namun masih dalam penelusuran mengenai riwayat DBD pasien tersebut.

Pihak terkait telah merespon dan menindaklanjuti kasus DBD dengan menurunkan tim survey dan berkoordinasi dengan Pemdes setempat. Ditemukan genangan air dan jentik nyamuk di dua RT Desa Tanjung Dalam, yang menjadi masalah lingkungan terkait kasus DBD.

Pihak terkait akan melakukan fogging dan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah tersebut. Pj Kades Melati Harjo, Kecamatan Ketahun, Puji Widodo, melaporkan satu kasus DBD dan langsung melakukan fogging setelah berkoordinasi dengan BPD dan Puskesmas setempat. (MSD)