Menanggulangi Kondisi Sekolah Rusak Berat di Kepahiang: Tantangan dan Upaya Dikbud
Kepahiang, Mediasinardunia.com - Dikbud Kepahiang mengakui bahwa saat ini, 20 persen sekolah dalam kondisi rusak berat. Persentase ini didasarkan pada hasil verifikasi dan validasi langsung oleh Dikbud Kepahiang terhadap satuan pendidikan di daerah tersebut.
Diketahui bahwa kondisi sekolah yang memprihatinkan ini telah mendapat sorotan dari anggota DPRD Kepahiang. Kadis Dikbud Kepahiang, Dr. Nining Fawely Pasju, S.Pt, MM menjelaskan bahwa dari total 102 Sekolah Dasar (SD), 30 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 4 TK pembina, dan puluhan TK swasta di Kabupaten Kepahiang, 20 persennya mengalami kondisi rusak berat.
Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, Dikbud Kepahiang menerima dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap tahun. Selain itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga dapat digunakan untuk perbaikan bangunan sekolah, meskipun lebih difokuskan pada perbaikan ringan.
Namun, untuk mendapatkan DAK, satuan pendidikan harus memenuhi syarat tertentu, termasuk memiliki jumlah siswa minimal. Nining menekankan bahwa sekolah dengan jumlah siswa di bawah ketentuan tersebut sulit mendapatkan DAK, sehingga perbaikan sekolah tanpa dukungan DAK atau APBD menjadi terbatas.
Dengan keterbatasan dana dan kondisi keuangan daerah yang terbatas, Dikbud Kepahiang terus berupaya untuk mencari solusi agar semua sekolah dapat memperoleh perbaikan yang memadai.