Skip to main content
x
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menanggapi rencana pemanfaatan Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu menjadi Kantor Wali Kota Bengkulu

Nurlia Dewi Dukung Revitalisasi Mess Pemda Jadi Kantor Wali Kota Bengkulu

BENGKULU," Mediasinardunia.com  – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menanggapi rencana pemanfaatan Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu menjadi Kantor Wali Kota Bengkulu. Menurutnya, kantor pemerintahan tidak sekadar menjadi tempat birokrat bekerja, tetapi juga pusat koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, sekaligus representasi wajah dan identitas sebuah daerah.

Hal tersebut disampaikan Nurlia Dewi, Jumat (16/10/2026). Ia menilai, keberadaan kantor kepala daerah memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai tata kelola pemerintahan suatu daerah.

Menurut Nurlia, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, drainase, dan penerangan jalan umum. Kualitas fasilitas perkantoran pemerintahan, khususnya kantor kepala daerah, juga menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan kota harus berjalan seimbang. Kita membutuhkan infrastruktur yang baik untuk masyarakat, tetapi juga fasilitas perkantoran yang representatif dan fungsional untuk mendukung pelayanan serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Ia berpandangan, rencana pemanfaatan Mess Pemda Provinsi Bengkulu sebagai Kantor Wali Kota Bengkulu memiliki nilai strategis. Selain menjadi pusat aktivitas pemerintahan, lokasi dan karakter bangunan juga dapat memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Kota Bengkulu.

Nurlia menjelaskan, di sejumlah daerah, kantor pemerintahan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan administrasi, tetapi juga berkembang menjadi salah satu ikon kota. Hal tersebut didukung oleh penataan bangunan, nilai arsitektur, estetika, serta lokasi yang mudah dikenali.

Menurutnya, pusat pemerintahan merupakan salah satu bagian dari identitas daerah. Ketika seseorang berkunjung ke suatu kota, keberadaan kantor kepala daerah kerap menjadi salah satu hal yang menarik perhatian karena mencerminkan karakter dan perkembangan wilayah tersebut.

Karena itu, penataan kantor wali kota yang baik diharapkan dapat memberikan kesan positif sekaligus memperkuat identitas Kota Bengkulu sebagai daerah yang terus berkembang.

Terkait rencana pemanfaatan Mess Pemda, Nurlia menilai revitalisasi aset pemerintah tersebut dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan nilai guna bangunan. Namun, pelaksanaannya perlu didukung perencanaan yang matang, dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang kerja, kelancaran pelayanan publik, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset milik pemerintah agar dapat memberikan manfaat nyata. Aset yang tidak dimanfaatkan secara maksimal berpotensi kehilangan nilai guna, meskipun pembangunannya telah menggunakan anggaran daerah.

Dengan demikian, pemanfaatan kembali aset yang tersedia diharapkan dapat meningkatkan fungsi fasilitas pemerintahan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Nurlia menegaskan, keberadaan kantor wali kota yang representatif perlu diimbangi dengan kualitas pelayanan, tata kelola pemerintahan yang efektif, serta kemudahan akses bagi masyarakat. Dengan begitu, pemanfaatan aset pemerintah tidak hanya berorientasi pada bangunan fisik, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Bengkulu. ( ***)