Skip to main content
x
Optimalisasi Serapan Anggaran dan Kondisi Fiskal Kabupaten Bengkulu Utara, 08/07/2024 (Diky/Mediasinardunia.com)

Optimalisasi Serapan Anggaran dan Kondisi Fiskal Kabupaten Bengkulu Utara

Bengkulu Utara, Mediasinardunia.com - Serapan anggaran di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu secara kumulatif hingga 8 Juli 2024 mencapai angka Rp 675,9 miliar atau hampir 53 persen. 

Dalam kesepakatan antara pihak eksekutif dan legislatif, anggaran daerah tahun ini disetujui sebesar Rp 1,3 triliun dari total pendapatan daerah sebesar Rp 1,28 triliun. Proyeksi belanja daerah hingga saat ini mencapai 47 persen atau sebesar Rp 615 miliar. 

Kondisi fiskal Kabupaten Bengkulu Utara masih tergantung pada transfer pemerintah pusat melalui Transfer Keuangan ke Daerah. Total transfer ke daerah yang termasuk Dana Desa sebesar Rp 1,1 triliun untuk Tahun Anggaran 2024. 

Dalam rapat terakhir, 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten ini menyoroti 28 satuan kerja terkait tingkat serapan anggaran yang masih rendah. OPD dengan anggaran besar seperti Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, dan lainnya masuk dalam kategori tersebut. 

Sementara itu, enam OPD dengan anggaran kecil menunjukkan tingkat serapan yang baik. Sedangkan 17 OPD dengan serapan anggaran di pertengahan, termasuk OPD kecamatan seperti Kominfo, Dispendik, dan lainnya. 

Sekda Bengkulu Utara, H Fitriansyah, SSTP, MM, menyatakan bahwa pemantauan serapan anggaran dilakukan secara periodik untuk menggenjot capaian program OPD. Penyelenggaraan program yang baik juga memberikan kontribusi pada perekonomian daerah melalui pembangunan infrastruktur. 

Tingkat serapan anggaran oleh OPD ini sangat penting sebagai penilaian kinerja dan potret daerah di sektor pembangunan. Pejabat kabupaten ini mengharapkan agar kegiatan anggaran direalisasikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. 

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya atau Silpa yang cukup besar, belanja pegawai yang sudah terserap, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah menjadi bagian dari skenario penerimaan netto daerah untuk mengatasi defisit anggaran. PAD dari Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) turut mendukung penerimaan daerah, dengan kontribusi yang signifikan dari PLN dengan 86 ribu pelanggan di kabupaten ini.