Skip to main content
x
Wakil Bupati Rejang Lebong Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Upaya Penanggulangan Karhutla, 31/07/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Wakil Bupati Rejang Lebong Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Upaya Penanggulangan Karhutla

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, SSTP, M.Si, memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di halaman Kantor Bupati Rejang Lebong pada Kamis (31/07/2025) pagi. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau dan cuaca ekstrem.

Apel dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah, Kapolres AKBP Florentus Situngkir, SIK, Ketua Pengadilan Negeri Santonius Tambunan, SH, MH, serta Plh. Kepala Kejaksaan Negeri, Erthy Puspa Evawati Simbolon, SH, MH. Turut hadir pula Kepala Unit Basarnas Yudi Patria, kepala OPD, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Hendri menekankan bahwa karhutla merupakan ancaman serius yang berdampak luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat.

“Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup manusia. Dampaknya meliputi kerusakan ekologi, kerugian ekonomi, hingga gangguan sosial dan politik. Bahkan, hal ini berkontribusi besar terhadap perubahan iklim global,” ujar Hendri.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar penyebab karhutla berasal dari pembukaan lahan secara ilegal dan pembakaran yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip kearifan lokal. Tindakan semacam ini, menurut Hendri, bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membuka peluang terjadinya bencana besar.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersinergi dalam upaya pencegahan. 

“Saya berharap semua pihak, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, BPBD, Damkar, hingga elemen masyarakat dapat memperkuat koordinasi di lapangan. Cuaca ekstrem yang kita hadapi saat ini sangat rawan. Sedikit saja percikan api bisa memicu kebakaran besar,” kata Hendri.

Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera membagi wilayah pengawasan serta membentuk grup koordinasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat respons dalam situasi darurat. Hendri menegaskan bahwa jika karhutla tidak ditangani secara serius, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga terganggunya kesehatan masyarakat.

“Kita tidak boleh saling menyalahkan jika terjadi kebakaran. Fokus kita adalah penanganan yang cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Usai apel, Wabup bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau kesiapan peralatan Basarnas, kendaraan operasional Polres, armada pemadam kebakaran, dan perlengkapan lainnya yang akan digunakan dalam penanganan bencana.