Skip to main content
x
Atlet balap sepeda Indonesia Bernard van Aert tidak berhasil memenuhi targetnya untuk masuk ke dalam 10 besar di nomor omnium putra pada Olimpiade 2024, yang berlangsung pada Kamis (8/8) malam. (Diky/mediasinardunia.com)

Bernard van Aert Gagal Masuk 10 Besar di Olimpiade 2024: Tetap Berjuang dengan Maksimal

Jakarta, Mediasinardunia.com - Atlet balap sepeda Indonesia Bernard van Aert tidak berhasil memenuhi targetnya untuk masuk ke dalam 10 besar di nomor omnium putra pada Olimpiade 2024, yang berlangsung pada Kamis (8/8) malam WIB. Meskipun begitu, Bernard van Aert telah berjuang dengan maksimal di keempat sesi yang diadakan dalam cabang olahraga balap sepeda nomor omnium putra di Olimpiade 2024, yang diselenggarakan di Saint Quentin en Yvelines Velodrome pada Kamis (8/8).

Bernard akhirnya menyelesaikan perlombaan di posisi ke-20 setelah mengumpulkan minus 31 poin. Pada sesi pertama, yaitu Scratch Race, Bernard finis di posisi ke-18 dengan meraih enam poin.

Selanjutnya, pada sesi kedua yaitu Tempo Race, Bernard menyelesaikan perlombaan di posisi ke-20 dari total 22 pembalap. Di sesi ini, Bernard berhasil memperoleh dua poin.

Sementara pada sesi ketiga, yaitu Elimination Race, Bernard menjadi pembalap pertama yang tereliminasi. Akibatnya, Bernard hanya mampu mendapatkan satu poin dalam sesi tersebut.

Terakhir, pada sesi terakhir yaitu point race dengan jarak 100 lap, Bernard finis di posisi ke-20. Dengan total minus 31 poin, Bernard van Aert menempati peringkat ke-20 dalam klasemen akhir pembalap pada nomor omnium putra Olimpiade 2024, yang berarti ia gagal mencapai targetnya untuk masuk ke dalam 10 besar.

Meskipun tidak meraih medali dan tidak memenuhi target yang ditetapkan, penampilan Bernard van Aert tetap patut diapresiasi. Dalam kompetisi ini, Bernard van Aert merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berpartisipasi dalam balap sepeda Olimpiade 2024, dan bahkan menjadi satu-satunya wakil dari negara-negara ASEAN yang bertanding dalam nomor omnium putra, yang dianggap sebagai nomor paling sulit.