Bupati Arie Septia Adinata Bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Gelar Rembuk Stunting di Bengkulu Utara
Bengkulu Utara, Mediasinardunia.com - Dengan berpedoman pada Perpres No. 72 Tahun 2021 sebagai bagian dari pelaksanaan, pembinaan, dan pengawasan kegiatan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bengkulu Utara, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkulu Utara menyelenggarakan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2025 pada 4 Agustus 2025, bertempat di Ruang Command Centre Setdakab Bengkulu Utara.
Tujuan utama pelaksanaan rembuk stunting ini adalah untuk menyatukan berbagai pihak terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Rembuk stunting bertujuan untuk mengidentifikasi masalah stunting, merumuskan rencana aksi, serta menggalang komitmen dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menurunkan angka stunting.
Kegiatan rembuk stunting dibuka langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Bapak Arie Septia Adinata, S.E, M.AP, dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H, M.H, termasuk Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bengkulu Utara.
Poin penting dalam kegiatan ini adalah adanya kesepakatan yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah beserta seluruh pihak yang hadir untuk menyatakan Komitmen Bersama dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H, M.H juga menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen penuh dalam upaya P3S ini. “Kemendukbangga/BKKBN berjanji untuk melakukan pendampingan hingga rencana aksi OPD terbentuk dan termuat dalam dokumen perencanaan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan dan penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor. “Kepala OPD tidak lagi harus tarik menarik dalam melaksanakan kegiatan sehingga sasaran terhadap tupoksi masing-masing berjalan dengan baik,” tambahnya.
Di samping itu, terdapat juga pemaparan materi dari narasumber mengenai data dan strategi intervensi P3S yang disampaikan oleh Zamhari, S.H, M.H selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Pemaparan juga diberikan oleh Dr. M. Dodi Hardinata, S.Sos., M.Si., CPOf., CCMS selaku Kepala Bappelitbangda Kabupaten Bengkulu Utara, serta Tri Wahyudi, SKM., MPH selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara.
Dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, diharapkan target angka prevalensi stunting di Kabupaten Bengkulu Utara dapat terus menurun, sehingga anak-anak generasi penerus bangsa dapat tumbuh sehat dan cerdas demi mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.