Skip to main content
x
Bupati Asahan Tandatangani MoU Program Makan Bergizi Gratis Bersama Badan Gizi Nasional, 19/06/2025 (Ib85/Mediasinardunia.com)

Bupati Asahan Tandatangani MoU Program Makan Bergizi Gratis Bersama Badan Gizi Nasional

Asahan, Mediasinardunia.com - Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si, menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai sinergi dan kerjasama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam konteks nota kesepahaman tersebut, Bupati Asahan menjelaskan bahwa program MBG diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita Presiden, yaitu memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang tangguh.

“Program MBG ini bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Asahan,” ujar Bupati pada Kamis (19/06/2025) di Aula Raja Inal Siregar Lt II Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.

Lebih lanjut, Bupati Asahan menegaskan komitmen Pemkab Asahan untuk mendukung penuh program MBG ini.

“Dengan program ini, kita dapat melahirkan anak-anak berkualitas yang akan mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Bupati, didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, dan Kabag Protokol Setdakab Asahan.

Gubernur Sumatera Utara juga mendorong seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara untuk mempercepat pengadaan lahan bagi pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program nasional MBG.

“Kita perlu mendorong seluruh Kabupaten/Kota untuk menyiapkan lahan seluas kurang lebih 800 m² untuk SPPG. Dari target yang disampaikan BGN, ada 1.762 SPPG yang direncanakan di Sumut, dengan 65 di antaranya sudah beroperasi,” ungkapnya.

Menyangkut persiapan penyediaan lahan untuk SPPG MBG, Bobby menyebutkan bahwa saat ini semua 33 Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut sedang mengupayakan pengadaan tersebut. Ia mendorong agar target pencapaian pendirian SPPG MBG dapat dikejar dengan rincian ada 455 usulan dari berbagai daerah.

“Hal ini luar biasa, karena SPPG ini bisa melibatkan yayasan dengan kerja sama BUMD. Ini peluang baik bagi pemerintah dan masyarakat. Kami juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pengetahuan mengenai proses pengajuan usulan SPPG dan pengadaan lahan,” jelas Bobby.

Gubernur juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Pusat melalui BGN yang mempersiapkan belanja program MBG dengan perkiraan anggaran Rp 7 miliar hingga Rp 10 miliar per tahun, sehingga total target pelaksanaan program ini di Sumut mencapai Rp 17,6 triliun. “Ini bukan hanya bermanfaat bagi anak-anak kita, tetapi juga bagi masyarakat luas. Program ini adalah prioritas utama Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Mari kita sukseskan bersama,” harapnya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang juga hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman, menyampaikan bahwa estimasi SPPG di Sumut tergolong besar, sehingga alokasi anggarannya juga signifikan. Namun, dirinya optimis pendirian SPPG dapat tercapai sebanyak 1.762 hingga akhir tahun mendatang. “Kami perkirakan akan ada sekitar 1.200 hingga 1.700 SPPG, sehingga anggaran yang mengalir ke Sumut juga cukup besar,” sebut Dadan.

Selain itu, untuk skema pelibatan pedagang kecil dalam menyediakan bahan baku untuk program MBG di setiap SPPG, Dadan mengungkapkan bahwa terdapat dua jenis mitra yang terlibat, yaitu sebagai penyelenggara SPPG dan sebagai pemasok bahan baku, sehingga semua peluang tersebut sangat memungkinkan. (ib85)