Cara Budidaya Cabe Rawit yang Praktis dan Menjanjikan untuk Petani di Kabupaten Jayawijaya
Wamena, Mediasinardunia.com - Cabe rawit telah menjadi terkenal sebagai penyedap rasa dalam masakan. Menanamnya juga sangat praktis, bisa dilakukan di dataran rendah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari hingga 27 derajat Celcius serta tanah yang pas, basah namun tidak terlalu lembab. Jarak antara lubang tanam sebaiknya tidak lebih dari 38 cm dan perlu diberi pembatas antara benih.
Budidaya cabe rawit memerlukan kesabaran dan keteraturan dalam memilih media tanam, merawat, dan memperhatikan pertumbuhannya. Ibu Pitoin, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, menyampaikan hal ini dalam acara Gerbang Kampung RRI Wamena pada Selasa, 16 Juli 2024.
Ditegaskan bahwa untuk memperoleh hasil panen maksimal, petani perlu memperhatikan proses budidaya cabe rawit secara benar, mulai dari pemilihan lahan, bibit yang berkualitas, penanaman, hingga proses pemanenan setelah dua bulan dari penanaman bibit. Selain itu, penting pula memperhatikan proses penjualan di pasar.
Pitoin menyatakan bahwa jika petani mampu merawat cabe rawit dengan baik, maka hasilnya juga akan maksimal dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Cabe rawit juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan jika ditekuni dengan serius.
Di Kabupaten Jayawijaya, kebutuhan akan cabe rawit masih tergantung pada pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu, jika petani lokal mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pendapatan mereka akan meningkat.
Pitoin berharap agar petani di daerah tersebut mencoba budidaya cabe rawit, karena bukan hanya dibutuhkan sebagai bumbu dapur sehari-hari, tetapi juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi petani.