Hadapi Kritik dengan Kerja Nyata, Bupati Lebong Tegaskan Komitmen Realisasikan Janji Politik
Lebong, Mediasinardunia.com – Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menegaskan komitmennya dalam merealisasikan janji politik serta visi misi pembangunan daerah, meskipun kerap dihadapkan pada berbagai kritik selama masa kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pada Rabu (01/04/2026). Dalam kesempatan itu, Azhari menekankan pentingnya menjadikan kritik sebagai bagian dari proses pembangunan yang konstruktif.
Menurut Azhari, masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Bambang ASB saat ini baru berjalan lebih dari satu tahun. Ia menyadari bahwa dalam kurun waktu tersebut, berbagai program belum sepenuhnya terealisasi secara optimal.
"Kami pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal selama lima tahun masa jabatan untuk menuntaskan seluruh janji yang telah disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.
Azhari menjelaskan bahwa berbagai kendala yang dihadapi selama ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kerja nyata. Ia bahkan menilai bahwa tanpa tantangan, kinerja pemerintah justru tidak akan berkembang.
"Jika semua berjalan mulus tanpa hambatan, maka tidak ada dorongan untuk berinovasi. Tantangan inilah yang membuat kami terus bergerak dan bekerja lebih keras," ujarnya.
Lebih lanjut, Azhari menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap kritik dari masyarakat maupun berbagai pihak lainnya. Ia menganggap kritik sebagai bentuk perhatian publik terhadap jalannya pemerintahan. Bahkan, kritik tersebut dinilai sebagai "suplemen" yang mampu meningkatkan semangat kerja jajaran pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Lebong.
Selain membahas soal kritik dan tantangan, Azhari juga mengungkapkan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap pembangunan di Lebong. Sebelum pelaksanaan Musrenbang, ia telah melakukan koordinasi langsung dengan Gubernur Bengkulu untuk membahas berbagai kebutuhan pembangunan di daerahnya. Hasil koordinasi tersebut mendapatkan respons positif dari pemerintah provinsi.
"Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah rencana pengucuran anggaran sebesar Rp172 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu pada tahun 2026. Anggaran ini akan dialokasikan untuk berbagai program strategis, termasuk pembangunan infrastruktur jalan serta kegiatan lainnya yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Azhari menekankan bahwa kucuran anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran. Oleh karena itu, ia telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi. Langkah ini dinilai penting agar seluruh program yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan tanpa hambatan administratif.
Ia juga mengingatkan agar OPD tidak bekerja secara lambat, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang cepat dan merata semakin mendesak. Menurutnya, percepatan pelaksanaan program menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Di sisi lain, Azhari menilai bahwa forum Musrenbang memiliki peran strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat serta menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah daerah dan provinsi. Melalui forum tersebut, berbagai prioritas pembangunan dapat dirumuskan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Dengan kombinasi antara keterbukaan terhadap kritik, dukungan anggaran dari pemerintah provinsi, serta komitmen percepatan kinerja OPD, Azhari optimistis pembangunan di Kabupaten Lebong akan berjalan lebih baik ke depan.
"Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat turut serta mengawal dan mendukung program pembangunan demi kemajuan daerah," tutupnya.