Skip to main content
x
Bamsoet Dukung Arena Selatan, 09/11/2025 (Dayat/Mediasinardunia.com)

Bamsoet Dukung "Arena Selatan": Ajang Tinju Pelajar SMA untuk Bentuk Karakter dan Lawan Kekerasan

Jakarta, Mediasinardunia.com – Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI, mendukung "Arena Selatan," sebuah ajang tinju antar pelajar SMA yang bertujuan membentuk karakter, menumbuhkan sportivitas, dan melawan kekerasan di sekolah. Event yang akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Tohir pada Sabtu, 15 November 2025, ini menjadi wadah pembinaan siswa SMA usia 16–18 tahun untuk menyalurkan energi positif dan menumbuhkan semangat persaudaraan.
 
Arena Selatan 2025 akan digelar di GOR Bulungan, Jakarta, dengan melibatkan 46 siswa SMA dan enam peserta tamu (alumni dan influencer). Daud Yordan, petinju profesional dan anggota DPD RI periode 2024–2029, akan menjadi mentor dan ikon inspiratif.
 
“Arena Selatan membawa napas baru dalam olahraga pelajar. Anak-anak gen Z belajar menghargai lawan, mengelola emosi, dan menyelesaikan perbedaan secara terhormat. Ini tentang menumbuhkan karakter tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Bamsoet.

Nasional

Menurut Bamsoet, konsep Arena Selatan relevan dengan tantangan remaja masa kini, di mana konflik sering berujung pada kekerasan. Data KPAI menunjukkan lebih dari 1.200 laporan kasus kekerasan di sekolah pada tahun 2024, sebagian besar melibatkan pelajar SMA.
 
“Kita perlu wadah yang bisa mengalihkan energi mereka ke hal-hal positif. Arena Selatan membuktikan bahwa konflik bisa diselesaikan tanpa kebencian, tanpa kekerasan, dan tetap menjunjung sportivitas,” kata Bamsoet.
 
Dengan format profesional, Arena Selatan menjadi ajang yang aman dan mendidik. Pertandingan dibagi menjadi tiga kategori: general, alumni, dan championship, menciptakan kompetisi berjenjang yang menumbuhkan semangat juang dan tanggung jawab sosial.
 
“Kalau kita ingin membangun generasi tangguh, kita perlu mengajarkan bagaimana mereka mampu mengelola emosi dan menyalurkannya secara terhormat. Keberanian sejati bukan diukur dari siapa yang paling keras memukul, tetapi siapa yang mampu mengendalikan diri dan menjunjung sportivitas,” pungkas Bamsoet.