Penurunan Harga Emas Dunia Akibat Profit Taking Pasca Reli Sebelumnya
Jakarta, Mediasinardunia.com - Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan kemarin, kemungkinan karena pelaku pasar melakukan profit taking setelah harga emas mengalami reli sebelumnya. Pada Senin (8/7/2024), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.360,6/troy ons, turun 1,26% dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya. Hal ini merupakan koreksi harian terdalam sejak 21 Juni.
Profit taking tampaknya menjadi faktor utama yang mempengaruhi penurunan harga emas, karena harga emas telah mengalami reli selama 2 pekan terakhir. Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, menyatakan bahwa aksi profit taking besar-besaran sedang terjadi, dengan pasar saham yang sedang kuat saat ini juga mempengaruhi harga emas.
Indeks saham di New York, pada dini hari waktu Indonesia, ditutup di zona hijau dan indeks Nasdaq Composite bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap aset berisiko, sehingga aset aman seperti emas menjadi kurang diminati.
Namun, Haberkorn meyakini harga emas masih memiliki potensi untuk naik lagi, terutama dengan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch, Gubernur Jerome 'Jay' Powell dan sejawat diperkirakan akan menurunkan Federal Funds Rate pada bulan September dengan peluang sebesar 69,7%. Suku bunga acuan diperkirakan akan turun lagi pada bulan Desember, dengan kemungkinan 47,1%.
Secara analisis teknikal, harga emas masih berada dalam zona bullish dengan RSI di atas 50 dan Stochastic RSI masih berada dalam zona beli. Dalam waktu dekat, harga emas kemungkinan akan bergerak sideways dengan potensi kenaikan menuju resisten terdekat di US$ 2.370/troy ons, namun kemungkinan akan terjadi pembalikan. Apabila terjadi penurunan, target support berada di US$ 2.346/troy ons, dan selanjutnya di US$ 2.336/troy ons.