Skip to main content
x
Perubahan Harga Sembako Jogja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, 15/07/2024 (Ari/Mediasinardunia.com)

Perubahan Harga Sembako Jogja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Jogja, Mediasinardunia.com - Harga sembako dapat mengalami perubahan setiap hari dikarenakan berbagai faktor yang memengaruhinya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, berikut adalah daftar harga sembako Jogja per 15 Juli 2024.

Informasi mengenai harga sembako sangatlah vital bagi masyarakat. Dengan pengetahuan ini, warga Jogja dapat mengatur prioritas pembelian bahan makanan serta jumlahnya. Hal ini tidak hanya berlaku bagi konsumen, tetapi juga bagi pedagang dan produsen untuk menentukan langkah yang akan diambil berdasarkan fluktuasi harga sembako.

Meskipun harga cabai rawit merah terus melonjak, berikut adalah daftar harga sembako untuk wilayah Jogja pada hari Senin, 15 Juli 2024.

Daftar Harga Sembako Jogja 15 Juli 2024 Versi PIHPS Nasional

PIHPS merujuk pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia sejak tahun 2016. PIHPS menyediakan data mengenai barang-barang pokok yang berperan signifikan dalam membentuk inflasi.

Berdasarkan pemantauan pada Senin (15/07/2024) pukul 11.33 WIB, hampir semua bahan pokok mengalami perubahan harga. Bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai merah keriting, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, dan telur ayam mengalami penurunan harga.

Namun, lima jenis beras, gula pasir, dan cabai rawit merah malah mengalami kenaikan harga. Data yang disajikan menunjukkan perubahan harga yang signifikan terutama pada bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit merah.

Bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan harga dari Rp 34.500 per kilogram pada 12 Juli 2024 menjadi Rp 30.000. Begitu pula dengan bawang putih ukuran sedang yang turun menjadi Rp 41.000 per kilogram setelah sebelumnya dijual seharga Rp 46.750.

Di sisi lain, cabai rawit merah mengalami lonjakan harga dari Rp 46.250 menjadi Rp 50.000 per kilogram. Harga ini merupakan harga tertinggi cabai rawit merah dalam seminggu terakhir.

Data yang disajikan oleh PIHPS untuk wilayah Provinsi DIY diambil dari rata-rata harga Pasar Beringharjo dan Kranggan. Berikut adalah daftar harga sembako di pasar tradisional Jogja per 15 Juli 2024:

- Bawang merah ukuran sedang: Rp 30.000/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 41.000/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.250/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.500/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 15.000/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.250/kg
- Beras kualitas super I: Rp 17.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 16.000/kg
- Cabai merah besar: Rp 42.500/kg
- Cabai merah keriting: Rp 32.500/kg
- Cabai rawit hijau: Rp 47.500/kg
- Cabai rawit merah: Rp 50.000/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 35.000/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 135.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 127.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.000/kg
- Gula pasir lokal: Rp 17.500/kg
- Minyak goreng curah: Rp 16.000/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 18.000/liter
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 18.000/liter
- Telur ayam ras segar: Rp 26.500/kg

Faktor-faktor Penyebab Kenaikan Harga Sembako

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenaikan harga bahan pokok. Berdasarkan penelitian dalam Journal of Sharia and Law berjudul "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah" oleh Nur Azizah Nasution dkk, faktor-faktor tersebut meliputi:

1. Faktor Produksi: Ketersediaan barang pokok dapat dipengaruhi oleh hasil produksi yang tidak maksimal, keterbatasan biaya dari petani, maupun cuaca buruk. Hal ini dapat membuat harga bahan pokok melambung akibat ketersediaan yang terbatas.

2. Faktor Distribusi: Lambatnya proses distribusi atau adanya keterlambatan dalam jalannya proses distribusi dapat membuat harga sembako naik. Pedagang cenderung menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan.

3. Faktor Sumber Pasokan: Ketersediaan pasokan barang bisa memengaruhi naik turunnya harga sembako. Semakin banyak barang yang tersedia, harga cenderung lebih murah.

4. Faktor Permintaan dan Penawaran: Ketika permintaan suatu barang naik, pedagang akan menaikkan harga. Begitu juga sebaliknya, harga akan turun jika permintaan menurun.

5. Faktor Jumlah Pedagang Pesaing: Jumlah pedagang sembako di pasar juga memengaruhi harga yang diterapkan. Semakin banyak pesaing, harga cenderung lebih stabil dan mendekati harga pasar. Misalnya, di pasar A dengan dua pedagang, persaingan bisa lebih ketat dibandingkan dengan pasar B yang memiliki 10 pedagang, sehingga harga cenderung lebih terjaga.