Tantangan Kuota Penerimaan Siswa Baru di SLTA Kabupaten Mukomuko Tahun Ajaran 2024-2025
Mukomuko, Mediasinardunia.com - Tahun ajaran 2024-2025 telah dimulai pada Senin, 15 Juli 2024. Kabupaten Mukomuko memiliki 27 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan, terdiri dari 19 Sekolah Menengah Atas (SAM) dan 8 Sekolah Menengah Kejuruan (SKM), baik negeri maupun swasta. Dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), proses pendaftaran calon siswa baru telah selesai.
Namun, sayangnya ada beberapa sekolah negeri yang hampir tidak mendapatkan siswa baru. Menurut data dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko, dari 28 SLTA hanya 2 sekolah yang berhasil mencapai kuota penerimaan siswa baru. Yakni SMKN 6 Mukomuko di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Penarik dengan 6 Rombongan Belajar (Rombel), dan SMAN 1 Mukomuko di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko dengan kuota 8 Rombel, di mana setiap rombel berisi 34 siswa.
Sementara itu, 25 sekolah lain tidak berhasil mencapai kuota penerimaan siswa baru. Bahkan, beberapa sekolah hampir tidak mendapatkan siswa baru sama sekali. Misalnya, SMAN 12 di Desa Air Kasai, Kecamatan Air Dikit hanya mendapatkan 8 siswa dari target 64 siswa. Begitu pula dengan SMAN 16 di Desa Tanjang Mulya, Kecamatan XIV Koto hanya mendapatkan 15 siswa dari 68 yang ditargetkan, dan di SMAN 16, Desa Talang Petai, Kecamatan V Koto juga hanya mendapatkan 16 siswa dari target 68 siswa.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Mukomuko, Desriani, SH, MH menjelaskan bahwa ada 2 jalur pemilihan siswa baru, yaitu jalur zonasi dan jalur prestasi dengan bobot masing-masing 60 persen dan 40 persen. Jalur zonasi memprioritaskan siswa untuk masuk ke sekolah terdekat berdasarkan alamat rumah, sedangkan jalur prestasi tidak terikat zonasi dan bisa berupa prestasi akademik maupun non-akademik dengan syarat bukti yang jelas seperti piagam.
Selain itu, ada juga jalur afiliasi yang diperuntukkan bagi siswa tidak mampu tanpa menggunakan zonasi. Semua jalur ini menjadi faktor penentu bagi sekolah dalam menerima siswa baru.