Skip to main content
x
Perwakilan Wali Kota Bengkulu Kunjungi Rumah Duka, 23/02/2026 (Diky/Mediasinardunia.com)

Perwakilan Wali Kota Bengkulu Kunjungi Rumah Duka, Berikan Dukungan Moril dan Layanan Administrasi "3 in 1"

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Suasana duka terasa kental di salah satu rumah warga di Kota Bengkulu pada malam ketiga tahlilan atas wafatnya tokoh keluarga setempat, Almarhum Aidin Fitri bin H. Hasan Basri. Di tengah lantunan doa dan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan para jamaah, kehadiran perwakilan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menjadi perhatian sekaligus penguat bagi keluarga yang tengah berduka. Kunjungan takziah dilakukan pada Senin (23/02/2026) oleh Camat Sungai Serut, Apriadi, yang mewakili Wali Kota.
 
Apriadi datang langsung ke rumah almarhum yang berlokasi di Jalan Irian, RT 09 RW 02, Kelurahan Sukamerindu, dan didampingi oleh Lurah setempat. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Bengkulu menjadi simbol empati dan kepedulian pemerintah terhadap warganya.
 
Ratusan pelayat memadati rumah duka, duduk bersila mengikuti rangkaian doa bersama dan tabligh musibah yang berlangsung khusyuk. Isak tangis keluarga sesekali pecah, namun suasana tetap tertib dan penuh kekhidmatan. Pada kesempatan itu, Apriadi menyampaikan langsung ungkapan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mengajak mereka untuk tetap tegar serta menerima ketetapan Ilahi dengan hati lapang.
 
Menurutnya, setiap manusia pasti akan kembali kepada Sang Pencipta pada waktu yang telah digariskan. Kematian bukan sekadar peristiwa kehilangan, melainkan juga pengingat bagi yang hidup agar senantiasa memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. "Kita semua merasakan duka yang mendalam. Namun kita meyakini bahwa Allah SWT Maha Mengetahui waktu terbaik bagi setiap hamba-Nya. Semoga almarhum mendapatkan husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di sisi terbaik-Nya," ujar Apriadi di hadapan keluarga dan para pelayat.
 
Tak hanya menyampaikan doa dan penguatan moril, Pemerintah Kota Bengkulu juga memberikan dukungan nyata dalam bentuk pelayanan administrasi. Keluarga almarhum menerima dokumen kependudukan melalui program layanan terpadu "3 in 1", yang meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP) terbaru, Kartu Keluarga (KK) yang telah diperbarui, serta Akta Kematian.
 
Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi setelah adanya anggota keluarga yang meninggal dunia. Dengan sistem terintegrasi tersebut, keluarga tidak perlu lagi mendatangi kantor dinas secara terpisah untuk mengurus perubahan data kependudukan. Seluruh proses dilakukan secara cepat dan langsung diserahkan kepada ahli waris.
 
Apriadi menegaskan bahwa pelayanan seperti ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menghadirkan layanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menyadari bahwa dalam kondisi berduka, keluarga kerap kesulitan mengurus berbagai persyaratan administratif yang mendesak. "Di saat keluarga sedang kehilangan, pemerintah harus hadir memberi solusi. Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit. Justru di momen seperti inilah pelayanan harus lebih cepat dan lebih manusiawi," tegasnya.
 
Keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka mengaku terharu atas kedatangan langsung perwakilan Wali Kota beserta jajaran, yang bukan hanya sebatas formalitas tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian yang menguatkan di tengah kesedihan.
 
Malam ketiga tahlilan itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Mariyono. Lantunan doa menggema, memohonkan ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum. Warga yang hadir juga saling bersalaman dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
 
Melalui takziah tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan bahwa peran pemimpin tidak hanya sebatas menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat. Dalam suasana suka maupun duka, kebersamaan dan kepedulian menjadi fondasi penting yang terus dijaga demi mempererat ikatan sosial di Kota Bengkulu.