Skip to main content
x
Pj. Bupati Bengkulu Tengah Hadiri Rakor Inflasi Bersama Kemendagri, 02/10/2024 (Ari/Mediasinardunia.com)

Pj. Bupati Bengkulu Tengah Hadiri Rakor Inflasi Bersama Kemendagri: Analisis Data Terbaru SP2KP Bulan September 2024

Bengkulu Tengah, Mediasinardunia.com - Pj. Bupati Bengkulu Tengah Dr. Heriyandi Roni, M.Si beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkulu Tengah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melalui platform zoom di Ruang Rapat Bupati (RRB) pada hari Rabu (02/10/2024).

Rakor dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemendagri RI, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si, dan dihadiri oleh para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota dari seluruh Indonesia serta undangan lainnya.

Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Pj. Kepala Badan Pusat Statistik, memaparkan data terkait tinjauan inflasi, deflasi, dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat bulan September 2024 berdasarkan data SP2KP pencatatan tanggal 27 September 2024.

Secara nasional, terdapat 304 Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan IPH dan 46 Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0.16% dengan andil inflasi 0.10%, yang didominasi oleh kopi bubuk dan biaya akademi/perguruan tinggi.

Komponen yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0.04% dengan andil deflasi 0.01%, yang dipengaruhi oleh harga bensin. Sementara komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 1.34%, dengan andil 0.21% yang disumbangkan oleh komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, tomat, daun bawang, kentang, dan wortel.

Kabupaten Dhamasraya menjadi Kabupaten dengan kenaikan inflasi tertinggi di Sumatera, dengan peningkatan sebesar 2.85%, sementara Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan inflasi sebesar 1.48%.

Deflasi terjadi pada bulan Mei hingga September 2024, dengan daging ayam ras menjadi salah satu komoditas utama yang menyumbang deflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi terdalam sejak 2020 hingga 2024, dengan tingkat deflasi 0.59% dan andil deflasi 0.17%.

Kelompok transportasi juga menjadi penyumbang deflasi utama pada bulan September 2024 dengan andil deflasi 0.04%, akibat penurunan harga BBM jenis tertentu pada 1 September 2024.

Perkembangan harga nasional untuk minyak goreng, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih mengalami fluktuasi sedikit selama periode tersebut.