Skip to main content
x
Desa Wisata Penglipuran, yang dijuluki desa terbersih di dunia, terus dibanjiri oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. 24/05/2024 (Ari/Mediasinardunia.com)

Keindahan dan Keberagaman Desa Wisata Penglipuran: Magnet Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Bangli, Mediasinardunia.com - Desa Wisata Penglipuran, yang dijuluki desa terbersih di dunia, terus dibanjiri oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain keindahan tata ruang yang teratur, akses menuju tempat wisata ini juga mudah berkat infrastruktur yang memadai.

Dari pengamatan tim Jelajah Tirta Nusantara, ribuan wisatawan terlihat mengunjungi Desa yang terletak di Kabupaten Bangli ini. Puluhan bus, mobil pribadi, dan sepeda motor terparkir di area Desa Penglipuran.

Mayoritas dari mereka adalah rombongan wisatawan domestik, mulai dari pelajar yang sedang study tour hingga rombongan pegawai kantoran atau perusahaan dari berbagai kota di Pulau Jawa.

Para wisatawan terkesan dengan tata letak rumah penduduk Desa Penglipuran yang sangat teratur. Selain itu, jalan-jalan di desa ini juga terlihat bersih dan rapi.

Desa ini terbagi menjadi tiga bagian yang berjejer dari utara ke selatan, atau yang dikenal dengan sebutan Tri Mandala. Mandala Utama terletak paling di utara.

Desa Penglipuran juga merupakan tempat bagi dua pura, yaitu Pura Penataran dan Pura Puseh, yang berada berdampingan. Inilah tempat ibadah masyarakat desa. Di sekitar area ini terdapat hutan bambu yang bersih dan indah.

Setiap harinya, kunjungan ke Desa Penglipuran mencapai 5.000 - 6.000 orang, namun angka ini bisa lebih tinggi saat akhir pekan atau masa libur sekolah.

Pada Desember 2023, Desa Penglipuran mencatat pendapatan sebesar Rp25,8 miliar, belum termasuk perputaran ekonomi dari belanja wisatawan di UMKM yang berada di dalam desa wisata.

Pedagang di Desa Penglipuran menjual berbagai cinderamata dan makanan lokal yang bisa dinikmati oleh pengunjung, seperti durian, manggis, dan kacang yang diolah di desa tersebut. Salah satu pedagang, Wayan, mengungkapkan kegembiraannya dengan peningkatan kunjungan setelah pandemi yang membuat omsetnya naik hingga 70%.

Para pedagang UMKM ini menjaga tatanan yang rapi, dengan berjualan di depan rumah mereka. Pembelian dapat dilakukan dengan mudah melalui QRIS di gerai UMKM.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Sulistina, mengakui bahwa Desa Penglipuran terlihat seperti kota kecil yang indah karena kelestarian dan kebersihannya. Fasilitas seperti toilet, parkir yang bersih, dan area istirahat juga cukup memadai untuk kenyamanan pengunjung.

"Saya senang berkunjung ke Desa Penglipuran karena suasana yang asri dan indah. Sudah dua kali saya berkunjung dan ini menjadi destinasi favorit saya di Bali," ujar Sulistina.

Rls: Bsns.c