Lonjakan Harga Cabai di Pasar Kepahiang Akibat Kurangnya Pasokan dan Cuaca Ekstrem
Kepahiang, Mediasinardunia.com - Awal tahun 2025, harga komoditas termasuk cabai dan sayur-sayuran terus merangkak naik, terutama di Pasar Kepahiang. Lonjakan harga cabai ini mulai terjadi sejak pekan pertama tahun 2025. Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp 50 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 75 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga cabai ini disinyalir akibat kurangnya pasokan yang terjadi karena dampak cuaca ekstrem, yang menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen.
Selain menyebabkan penurunan omset penjualan bagi pedagang, kenaikan harga cabai juga membuat konsumen mengurangi jumlah pembelian cabai untuk menghemat biaya sehari-hari.
"Kenaikan harga terbesar terjadi pada cabai rawit, dengan harga mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Hal ini disebabkan oleh gagal panen di sentra penghasil cabai di Kepahiang akibat hujan deras," ungkap Endah (32), salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kepahiang.
Endah menyatakan bahwa untuk memenuhi permintaan konsumen, pedagang harus mendatangkan cabai dari luar daerah dengan harga yang lebih tinggi. Namun, kenaikan harga cabai tersebut berdampak pada penurunan penjualan yang signifikan, karena para pembeli harus mengatur alokasi belanja, terutama bagi pengusaha kuliner dan ibu rumah tangga.
"Baik cabai rawit hijau maupun merah, pasokannya dari petani di Kepahiang mengalami penurunan akibat intensitas hujan tinggi beberapa bulan terakhir. Sehingga, kita harus mendatangkan dari luar daerah dengan harga yang cukup tinggi," ujar Endah.