Pemerintah Kota Bengkulu Raih Penghargaan Dharma Karya Kencana dari BKKBN RI atas Penurunan Prevalensi Stunting
Kota Bengkulu, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 12,9 persen menjadi 6,7 persen dalam rentang waktu tahun 2022 hingga 2023, mengalami penurunan sebesar 6,2 persen.
Penghargaan Dharma Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI diberikan kepada Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu. Penghargaan ini diterima dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Kamis malam (28/6/24).
Arif Gunadi menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras bersama semua pihak yang terlibat dalam upaya menjalankan program Bangga Kencana serta menurunkan angka stunting di Kota Bengkulu. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berupaya menurunkan bahkan mengeliminasi kasus stunting di Kota Bengkulu.
Ia percaya bahwa dengan kolaborasi serta kerjasama dari semua pihak dan pemangku kepentingan, Kota Bengkulu dapat mencapai status bebas stunting, terlebih lagi saat ini Kota Bengkulu merupakan salah satu dari 12 daerah dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia.
Dewi Dharma, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, menjelaskan mengenai kriteria penerima penghargaan Dharma Karya Kencana dari BKKBN RI yang berhasil diraih oleh Pj Walikota Bengkulu. Penerima penghargaan harus menunjukkan komitmen yang kuat dalam hal pengendalian penduduk dan keluarga berencana, serta berhasil mencapai dampak yang nyata dalam masyarakat melalui program-program yang inovatif dan efektif.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap kualitas program yang dilaksanakan, partisipasi masyarakat, keberlanjutan program, dan dampak yang berhasil dihasilkan. Dengan komitmen yang telah ditunjukkan, Pj Walikota Bengkulu layak menerima penghargaan ini atas kesuksesan program-program keluarga berencana yang telah dijalankan.
(Rilis MC/KB)