Skip to main content
x
Pemprov Bengkulu Targetkan Seluruh Jalan Provinsi Mulus Tahun 2029, 02/04/2026 (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemprov Bengkulu Targetkan Seluruh Jalan Provinsi Mulus Tahun 2029, Rejang Lebong Dapat Jatah SMA Garuda

Bengkulu, Mediasinardunia.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Rejang Lebong yang digelar di Kantor Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong pada Kamis (02/04).
 
Forum Musrenbang tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Berbagai program prioritas dibahas secara bersama antara Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
 
Dalam sambutannya, Mian menegaskan bahwa Musrenbang memiliki peran penting sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan program pembangunan yang paling dibutuhkan. Menurutnya, tidak semua usulan pembangunan dapat langsung diwujudkan karena keterbatasan anggaran serta skala prioritas yang harus dipertimbangkan secara matang.

“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Namun kita juga harus realistis, tidak semua usulan dapat diakomodasi sekaligus. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi dan penentuan prioritas yang benar-benar berdampak bagi masyarakat luas,” ujar Mian.
 
Ia menambahkan bahwa setiap program pembangunan yang diusulkan harus mempertimbangkan aspek kebutuhan mendesak, manfaat jangka panjang, serta kemampuan anggaran pemerintah daerah. Salah satu program prioritas yang ditegaskan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya jalan provinsi yang menjadi penghubung antarwilayah.
 
Mian menjelaskan bahwa pembangunan jalan merupakan faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan konektivitas antar daerah di Provinsi Bengkulu. Ia menyampaikan bahwa Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama dirinya telah menetapkan target agar seluruh jalan provinsi dalam kondisi baik dan mulus pada tahun 2029.

“Walaupun saat ini ada kebijakan efisiensi anggaran, kita tidak boleh menjadi lambat dalam bekerja. Arahan gubernur sangat jelas, pembangunan infrastruktur terutama jalan menjadi prioritas utama. Targetnya seluruh jalan provinsi di Bengkulu bisa mulus pada akhir 2029,” tegasnya.
 
Dengan infrastruktur jalan yang memadai, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih cepat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses. Mian juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada dukungan semua pihak. Kami berharap masyarakat turut mengawal serta mendukung program pembangunan yang telah direncanakan,” ujarnya.
 
Selain pembangunan jalan, pemerintah juga terus mendorong pengembangan sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu. Pada kesempatan itu, Mian mengumumkan rencana pembangunan SMA Garuda yang akan direalisasikan di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun ini.

“Insya Allah tahun ini pembangunan SMA Garuda akan dimulai di Rejang Lebong. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat sektor pendidikan di daerah,” ungkapnya.
 
Rejang Lebong menjadi satu-satunya kabupaten yang dipilih sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut, dan pemerintah telah merencanakan peletakan batu pertama dalam waktu dekat. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di wilayah tersebut.
 
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus dilakukan melalui proses yang partisipatif dan berjenjang. Ia menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan rangkaian proses yang dimulai dari tingkat desa, kemudian kecamatan, hingga tingkat kabupaten dan provinsi.

“Perencanaan pembangunan harus dimulai dari bawah, mulai dari desa, kecamatan, hingga pembahasan bersama DPRD dan pemerintah kabupaten. Dengan cara ini, program yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Hendri.
 
Ia berharap hasil Musrenbang RKPD 2027 dapat menjadi pedoman pembangunan daerah yang efektif, terarah, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong.