Skip to main content
x
Pemulihan dan Upaya Pencegahan Bencana di Desa Taba Penanjung, 15/03/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemulihan dan Upaya Pencegahan Bencana di Desa Taba Penanjung, Bengkulu Tengah

Taba Penanjung, Mediasinardunia.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto telah melakukan peninjauan langsung di Desa Rindu Hati dan Desa Taba Teret, Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah yang terdampak bencana longsor dan banjir.

Dalam kunjungannya, Helmi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut. Bantuan sembako dan dana tunai juga disalurkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

"Rumah yang terdampak banjir akan kita bangun kembali. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan bantuan sebesar Rp 45 juta untuk setiap rumah terdampak. Untuk rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor, kami telah memberikan bantuan perbaikan," ujar Helmi saat meninjau lokasi longsor.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mencari solusi jangka panjang untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang, salah satunya dengan pembangunan tanggul permanen di hulu sungai.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa pemulihan pascabencana merupakan prioritas utama pemerintah. Selain membangun kembali rumah warga, pemerintah juga akan memastikan fasilitas umum yang rusak, seperti jalan dan jembatan, segera diperbaiki.

Pemerintah juga akan meningkatkan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana alam.

Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menyatakan bahwa pemerintah kabupaten akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mencari solusi terbaik.

Bencana longsor yang terjadi beberapa hari lalu telah menyebabkan puluhan rumah rusak berat dan ringan. Selain kerusakan properti, bencana ini juga mengakibatkan terganggunya aktivitas warga, terutama dalam hal ekonomi dan kesehatan. Pemerintah provinsi dan kabupaten telah memberikan bantuan sembako, dana tunai, serta perlengkapan darurat.

Saiful Anwar, salah seorang warga Desa Taba Teret, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang telah diterima. "Alhamdulillah, bantuan sudah banyak yang masuk. Kami fokus membenahi rumah yang terdampak. Kami juga berharap ada upaya dari semua pihak untuk membangun pelapis tebing agar dapat meminimalkan dampak banjir saat hujan deras terjadi," ujar Saiful.

Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga diarahkan untuk pemulihan jangka panjang. Pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran khusus untuk rekonstruksi rumah warga. Setiap rumah yang rusak berat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 45 juta, sedangkan rumah dengan kerusakan ringan akan mendapatkan bantuan perbaikan sesuai kebutuhan.

Warga berharap pemerintah segera membangun infrastruktur seperti tanggul permanen atau pelapis tebing untuk mencegah bencana serupa di masa depan. "Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Namun, kami juga berharap ada solusi permanen untuk masalah longsor ini. Tebing di sekitar permukiman rawan longsor saat musim hujan, kami selalu waswas," ujar Mariam, warga Desa Rindu Hati.