Skip to main content
x
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah melakukan empat langkah dalam penanggulangan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut. (Diky/mediasinardunia.com)

Penanggulangan DBD oleh Pemkab Mukomuko: Langkah-Langkah Konsisten dalam Menghadapi KLB

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah melakukan empat langkah dalam penanggulangan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.

"Empat langkah ini telah disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dilaksanakan hari ini," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko, Abdiyanto, dalam keterangan resminya di Mukomuko, Selasa (30/4/24).

Abdiyanto menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang bertujuan untuk mengatasi penyakit yang berpotensi menjadi KLB DBD di Kabupaten Mukomuko.

Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Mukomuko, Wasri, Ketua DPRD Mukomuko, Ali Saftaini, perwakilan Kapolres Mukomuko, pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat, dan kepala puskesmas di wilayah tersebut.

Langkah pertama yang diambil adalah pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan atau desa.

Selanjutnya, langkah kedua adalah melaksanakan gerakan satu rumah satu jumantik serta menetapkan satu orang dalam setiap rumah sebagai kader pemantau jentik nyamuk yang menjadi penyebab DBD. Langkah ketiga adalah Gerakan Jumat Bersih secara serentak setiap Jumat di seluruh wilayah untuk pemberantasan sarang nyamuk.

Langkah keempat adalah pelayanan pengasapan di lokasi yang ditemukan ada warga yang positif terinfeksi DBD untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Abdiyanto juga meminta Dinas Kesehatan untuk segera menyusun rencana kerja satu bulan ke depan setelah terbentuknya Pokjanal kabupaten, yang kemudian akan diteruskan ke tingkat kecamatan dan desa.

Dengan kondisi Kabupaten Mukomuko sebagai KLB DBD, pemerintah daerah belum dapat sepenuhnya mendukung operasional. Oleh karena itu, jajaran puskesmas diharapkan dapat menyesuaikan dan menyelaraskan program-programnya dengan cepat.

Selain itu, puskesmas juga diminta untuk memastikan petugas melakukan gerakan satu rumah satu jumantik dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Jumat Bersih secara serentak selama satu bulan ke depan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko telah menangani 265 kasus DBD sejak Januari 2024 hingga saat ini, yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah tersebut, dengan empat orang di antaranya meninggal dunia.

(Rilis AB)