Bengkulu dan Bakamla RI Teken Perjanjian Hibah Daerah untuk Stasiun Pangkalan
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Naskah Perjanjian Hibah Daerah di sebuah hotel terkemuka di Kota Bengkulu pada Senin (9/12).
Nota kesepakatan ini meliputi hibah lahan untuk pembangunan stasiun Bakamla RI di Provinsi Bengkulu. Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah.
Acara ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu serta beberapa pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Sebagai bagian dari agenda, dokumen sertifikat lahan hibah secara resmi diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada Bakamla RI.
Dalam pernyataannya kepada media, Laksamana Madya TNI Irvansyah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas dukungan hibah lahan di dua lokasi, yaitu Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara.
Irvansyah mengungkapkan, "Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas hibah lahan di dua lokasi, yaitu di Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu seluas 1 hektare, dan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, seluas 2 hektare. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan stasiun pangkalan Bakamla RI pada tahun 2025. "
Sebagai putra asli Bengkulu, Laksamana Madya TNI Irvansyah menambahkan bahwa hibah ini merupakan tonggak sejarah penting bagi masyarakat Bengkulu. Ia menjelaskan, "Selain sebagai stasiun pangkalan, lahan di Pulau Enggano juga akan dilengkapi dengan sarana patroli laut, stasiun radar, kamera jarak jauh, serta dukungan dari Relawan Penjaga Laut (Rapala) yang melibatkan masyarakat setempat."
"Ibahan ini kami ajukan untuk mendukung pengembangan Bakamla RI sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat Bengkulu bahwa putra daerah juga berkontribusi dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia," ujar Irvansyah.
Selain penandatanganan perjanjian, Kepala Bakamla RI juga mengukuhkan anggota Relawan Penjaga Laut (Rapala) Provinsi Bengkulu.

Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, dalam pidatonya menyatakan bahwa hibah lahan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap upaya menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Rosjonsyah mengatakan, "Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang 525 km termasuk kawasan pesisir serta memiliki pulau terluar, yaitu Pulau Enggano. Keberadaan aparat penegak hukum di kawasan perairan sangat diperlukan untuk menjaga wilayah ini. "
Menurutnya, penandatanganan perjanjian ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Bakamla RI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mengelola serta menjaga wilayah pesisir dan laut.
"Kami berharap pembangunan stasiun pangkalan Bakamla RI ini dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Bengkulu, sekaligus memperkuat ketahanan maritim Indonesia," ujar Rosjonsyah.(adv)