Skip to main content
x

Dalam Rangka Memperingati Hari Pers Nasional, Ketua PWI Kaur Meminta Untuk Jaga Kekompakan

Kaur, Mediasinardunia.com — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kaur, Muhammad Isnaini S.Kom menekankan pentingnya menjaga kekompakan anggota PWI Kaur dalam menjalankan profesi jurnalis. Dia juga menekankan tentang kelompok ibu-ibu Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) yang telah resmi terbentuk di Kabupaten Kaur.

"Hari Pers Nasional selalu diperingati setiap tahun tepatnya tanggal 9 Februari, yang juga bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia. HPN merupakan penghargaan bagi seluruh Insan Pers yang telah berkontribusi memajukan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari sejarah PWI, organisasi wartawan pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta," ujar Isnaini.

PWI lahir di tengah perjuangan dan pertahanan Kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan. Para wartawan pada masa itu memiliki peran ganda, yaitu sebagai aktivis Pers yang menyebarkan informasi dan penerangan, serta sebagai aktivis politik yang terlibat dalam gerakan perlawanan.

Berkaca dari sejarah itu, Ketua PWI Kaur, Muhammad Isnaini S.Kom mengajak anggota PWI Kaur dan IKWI Kaur untuk meneruskan perjuangan para pendahulu mereka. Dia menegaskan bahwa fungsi wartawan saat ini masih tetap sama dengan fungsi wartawan pada masa itu.

"Kewajiban kita sebagai insan pers adalah menulis sesuai dengan aturan pers, dan saya yakin segenap anggota PWI sudah memahami aturan tersebut," tutur M. Isnaini.

Lebih lanjut, M. Isnaini mengatakan bahwa tema Hari Pers Nasional 2024 adalah "Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa". Tema ini juga berkaitan dengan peran jurnalis di tahun politik. Dia menekankan bahwa pers tidak hanya berperan dalam mengawal dan menjaga pesta demokrasi yang sedang dan akan datang, tetapi juga dalam menumbuhkan literasi publik mengenai kesadaran politik.

"Untuk memastikan Pemilu berjalan lebih fair, media dan pers memiliki peran dalam edukasi politik. Sebagai jendela informasi, kita harus memuat informasi yang benar, tanpa unsur sara dan hoax. Tulisan wartawan dapat mengubah suasana dari tegang menjadi kondusif, atau sebaliknya," tutup M. Isnaini. (MSD)