Skip to main content
x
Dinkes Kepahiang terus memantau kondisi kesehatan 15 pasien korban gigitan anjing gila di Desa Batu Bandung dan Sosokan Taba. 26/05/2024 (Ari/Mediasinardunia.com)

Dinkes Kepahiang Terus Awasi Kesehatan Pasien Gigitan Anjing Gila dan Berikan Vaksin Rabies

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang terus memantau kondisi kesehatan 15 pasien korban gigitan anjing gila di Desa Batu Bandung dan Sosokan Taba.

Pasien tersebut sedang menjalani vaksinasi anti rabies untuk mencegah potensi penularan virus rabies.

Kepala Dinkes Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.KM, M.Si menyatakan bahwa para korban akan menerima empat dosis vaksin anti rabies.

"Kondisi pasien saat ini baik, mereka akan mendapatkan empat kali vaksin anti rabies," kata Kadinkes.

Pemberian empat vaksinasi akan dilakukan selama satu bulan untuk meminimalkan risiko penularan rabies.

"Para pasien akan divaksin empat kali selama satu bulan," tambahnya.

Sebelumnya, di Kecamatan Muara Kemumu, terutama di Desa Batu Bandung dan Sosokan Taba, masyarakat diimbau untuk berhati-hati menghadapi anjing liar setelah 15 orang menjadi korban gigitan dalam satu hari pada Minggu, 26 Mei 2024.

Tajri menyebut bahwa 15 korban telah dilarikan ke Puskesmas Batu Bandung untuk penanganan awal.

"Dokter dan tim medis di puskesmas sedang menangani para korban, dan mereka sudah bisa pulang setelah mendapat perawatan," katanya.

Melihat banyaknya kasus gigitan anjing gila di Kepahiang, Tajri mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Dia menyarankan agar pemilik hewan peliharaan memastikan bahwa hewan tersebut telah divaksinasi HPR dan tidak membahayakan warga sekitar.

"Jika hewan peliharaan belum divaksin, lebih baik jangan dibiarkan berkeliaran terutama jika kondisi kesehatannya diragukan," tambahnya.

Rls: Rdr Kepahiang